BISMILLAHIRAHMANIRAHIM..
Aku baru sadar, rupanya bukan kali
ini saja aku menantang diriku. Jauh
sebelumnya aku sudah mencoba menantang untuk melakukan sesuatu yang
berbeda. Tetapi mungkin karna belum
bisa memegang komitmen, tidak adanya sistem “reward & punishment” dan
evaluasi rutinan tiap minggu membuat keuntungan dari setiap tantangan
sebelumnya belum bisa aku rasakan hasilnya.
Nah, ini menjadi kuncinya. Cerita
kedua ini, aku mulai dengan pengalaman baru yang juga baru selesai
dilaksanakan. Tepatnya tanggal dua belas
bulan Oktober 2015, senin lalu aku bermalam di masjid atau bahasa satrinya
‘mabit”. Ya, aku memulai menjalani
minggu ketiga bulan Oktober ini dengan mabit di mesra (red : mesjid raya
Bogor). Ada dua faktor yang melatar
belakangi bermalam disana, pertama karna memang aku sudah berencana untuk mabit
disana jauh-jauh hari bersama oka, temanku.
Tetapi karna kesibukan dan waktunya tidak ada yang pas membuat rencana ini diundur dan diundur kembali. Faktor kedua karna memang aku membutuhkan ‘Quallity
time dengan Allah’. Quality time dengan
Sang Pencipta, aku manfaatkan waktu ini, tak hanya melepas rasa kangen yang
begitu sangat akan tetapi aku pergunakan separuh waktu pagiku untuk merencanakan
kehidupanku. Memang, kita tidak boleh
mendahului skenario Sang Pencipta. Tetapi kita juga dapat memilih hidup dengan
tujuan yang jelas dibawah skenario yang memang sudah diatur olehNya. Semua bisa drencanakan, begitu pula dengan
hidup kita. Hidup kita bisa
didesain.
Hal baik yang terjadi dalam
hidupmu bisa direncanakan. Kebahagiaan
bisa diatur karna kita memiliki kuasa sepenuhnya untuk memilih. Memilih apapun, termasuk kebahagiaan. Tak hanya merencanakan kehidupanku. Jauh masuk ke fondasi utamanya aku menemukan
jawaban dari pertanyaan yang mungkin semua orang menanyakannya. “Untuk apa aku hidup ?” ; “Apa tujuan
penciptaanku ini ?” Pada otak manusia, ada bagian yang disebut ‘god spot’ yang
mana menghasilkan pertanyaan tentang eksistensi dirinya di dunia ini.
Pertanyaan seperti diatas dihasilkan dari bagian otak ini. Semua orang pasti punya pertanyaan seperti
itu. Tak menjadi masalah terlintas
sesaat atau terus menerus terngiang dalam kepalanya. Menakjubkannya, semua
orang diberi jalan untuk menemukan jawaban dari pertanyaan tadi. Tetapi tidak banyak orang yang diizinkan oleh
Allah dipertemukan dengan jawaban atas pertanyaan tersebut. Semua tergantung kepada pemahaman orang
tersebut terhadap makna kehidupan. Aku
beruntung dan bersyukur, aku salah satu orang yang sampai saat ini sudah
menemukan jawaban itu, jawaban atas pertanyaan yang sejujurnya terngiang-ngiang
selalu dalam kepala ini. Apa sebenarnya
tujuan hidupku, apa untuk sekedar hidup, bertumbuh lalu mati atau mungkin hidup
lalu mati. Dan inilah jawaban pertanyaan
dari versiku, ‘’Aku hidup di dunia ini dengan satu tujuan yakni menjadi manusia yang
unggul baik dari emosional, spiritual dan intelektual. Dengan keunggulan tersebut, dapat menyebarkan
kebermanfaatan sebanyak-banyaknya untuk alam semesta, makhluk hidup lain, dan
manusia seutuhnya dengan memberi contoh yang terbaik dari versi terbaik yang
telah Allah anugerahkan juga memberi pengaruh positif hasil dari pikiran
positif dan rasa optimisme yang berdasarkan melihat realitas yang ada namun
penuh dengan berjuta harapan”. Singkatnya
kita diberi kehidupan didunia ini semata-mata dengan tujuan memberi manfaat
sebanyak-banyaknya kepada segala objek yang ada, manusia ; tumbuhan ; hewan ;
alam semesta dengan memaksimalkan tiga keunggulan yaitu emosional, spiritual,
dan intelektual. Syukur alhamdulillah,
lega rasanya telah menemukan jawaban dari pertanyaan yang bisa diibaratkan
menghantui selama hidup. Kini jelas
sudah, tugas utama aku yakni menjalankan langkah-langkah konkrit turunan dari
tujuan hidupku. Lalu apa tujuan kalian ?
Sudahkah kalian menemukannya sama dengan ku ?? Setidaknya terdapat tiga hal
utama untuk mengaktifkan tujuan diri sendiri, yaitu :
·
Selaraskan tujuan dangan kemampuan alami diri
sendiri
·
Bertekad
·
Tetap rendah hati
Jika belum juga, bersabarlah dan teruslah menjemput
‘bola’ karna sejatinya tujuan adalah pencarian tanpa henti akan suatu sasaran
berharga sanpai tujuan itu tercapai.
Perlu kesungguhan hati dan kesabaran untuk mendapatkan jawabannya. Akupun tak akan pernah berhenti disini, terus
menerus mencari dan mencari rumusan mana yang paling tepat untuk jawaban
pertanyaan versiku. Kita memiliki kuasa
untuk memilih. Aku memilih masa depan
dimana ada harapan dan kesempatan serta rasa bangga akan jasa yang aku
berikan. Aku memilih belajar untuk hidup
dengan tujuan. Dari buku The power of
Focus karya Jack Canfield dan kawan-kawan, Menjalani hidup dengan tujuan
memberikan kita kesempatan untuk memperkaya orang lain dan meninggalkan jejak
ddalam cara yang positif. Tujuan adalah
gambaran besarnya sedangkan target adalah langkah-langkah yang menuntun kita di
sepanjang jalan. Hidup dengan tujuan
berkaitan erat dengan memberi terus menerus menambahkan nilai bagi orang lain. Tujuan jelas berhubungan dengan
inspirasi. Hal tersebut beralih dari
sukses menuju bermakna. Satu lagi tapi
bukan yang terakhir, Jika kamu hidup dengan tujuan, kamu akan merasa bahwa kamu
membuat PERUBAHAN.
Ini ceritaku, bagaimana ceritamu ??






0 komentar:
Posting Komentar