Kamis, 18 Februari 2016

MARATHON, MORE THAN RUN, The Way To Meaning of Life

MARATHON, MORE THAN RUN, The Way To Meaning of Life


Bismillahirahmanirahim..
Marathon adalah salah satu cabang olahraga lari baik dilakukan sendiri maupun berkelompok.  Seperti halnya lari,  jarak dan waktu tempuh menjadi parameter penilaian dalam marathon.  Namun, pada marathon  jarak dan waktu tempuh dibuat panjang dan lama.  Untuk waktunya sendiri bisa satu hari bahkan sampai tiga hari tergantung jarak yang ditempuhnya.  Jarak pada marathon biasanya diatas 50 km.  Tracknya pun dibuat berbeda dari track lari biasa.  Track marathon bervariasi bisa jalanan beraspal yang mulus, jalan bebatuan yang terjal, atau bahkan jalan berkelok pada bukit pegunungan.  Namun, memang semua model jalan bisa digunakan sebagai track untuk lari marathon.  Seperti halnya pada event Bromo marathon 2015 yang baru saja dilangsungkan bulan Oktober lalu,  Track yang dipilih oleh panitia acara jakni jalan sekitaran gunung Bromo, sebagian jalan berpasir, sebagian jalan beraspal dan sebagian lain jalan hutan yang berkelok-kelok.  Walaupun begitu event ini menyedot perhatian dan antusiasme banyak peserta.  Seribu peserta lebih ikut dalam event tahunan ini.  Pesertanya pun berasal dari wisatawan domestik dan luar negri.  Bahkan, peserta paling banyak berasal dari luar negri yang sampai mencapai 60% lebih dari total peserta.  Bromo Maraton 2015, bukan hanya menawarkan lari marathon dengan jarak dan waktu yang lama seperti marathon pada biasanya akan tetapi ia juga menawarkan pemandangan kelas dunia yang tiada duanya.  Inilah alasan utama para pelancong luar negri berbondong-bondong mengikuti event ini.  Kita bisa bayangkan, dari track yang disebutkan tidak ada track yang mudah. Semuanya sulit, semuanya butuh energi dan stamina berlebih untuk bisa menaklukkannya.  Inilah mengapa tidak semua orang suka terhadap cabang olahraga lari yang satu ini melihat jarak, waktu dan track yang harus dilalui.
Mungkin sebagian orang menganggap marathon adalah olahraga biasa, seperti olahraga lari pada umumnya.  Mereka yang hanya melihat marathon dari kulit terluarnya saja.  Mereka yang belum merasakan manfaat dari olahraga ini.  Mereka yang belum mengenal marathon sepenuhnya dan mereka yang belum mengetahui filosofi hidup  yang terdapat dalam olahraga ini.  Sangat disayangkan bagi orang yang termasuk kedalam salah satu bagian mereka.

Aku memang belum memiliki pengalaman dalam bermarathon ria.  Aku memang belum bisa merasakan manfaat sepenuhnya dari marathon.  Tapi aku pastikan aku bukan termasuk kedalam mereka.  Setidaknya aku mengetahui dan paham tentang filosofi hidup dalam marathon.  Ini berawal dari film Thailand yang berjudul “Seven Something” yang berulang-ulang aku putar.  Film itu dibagi tiga cerita cinta yang berbeda. Baik tokoh utama, alur cerita, penokohan, dan pesan ceritanya sendiri.  Semuanya sama sekali berbeda.  Yang paling sering aku putar adalah cerita yang ketiga, bercerita tentang marathon.  Tokoh utama seorang wanita paruh baya bernama Kun.  Ia baru saja ditinggal suaminya seorang pilot karna kecelakaan pesawat.  Kehilangan suaminya membuat ia sedih sekali.  Kariernya hancur dan bahkan kehidupannya.  Ia tidak tahu bagaimana harus memulai hidupnya kembali setelah kehilangan orang yang ia cintai.  Sampai beberapa bulan, ia sedang berjalan-jalan di sekitar taman.  Disanalah ia mengalami ‘kecelakaan’ dengan Milo.  Milo tak sengaja menabraknya ketika ia sedang berlari.  Kecelakaan itu menjadi awal mula kedekatan mereka.   Kun dikenalkan dengan dunia marathon.  Marathonlah yang membuat Milo bertahan hidup sampai sekarang.  Ia bercerita bahwa ketika ia lahir, dokternya memvonis bahwa milo kecil hidupnya tak lama lagi.  Ia menderita sebuah penyakit yang tidak membolehkan ia berolahraga khususnya berlari.  Milo ingin membuktikan kepada dokter itu, bahwa ia dapat bertahan hidup sampai sekarang karna marathon dan vonis dokter itu tidak benar.  “Jika kau ingin berlari maka satu sampai dua kilometer saja cukup tapi jika kau ingin mengubah hidupmu, maka lari marathon-lah”.   Filosofi hidup ini yang Milo berikan kepada Kun.  Selama tiga bulan menjalani latihan bersama Milo, Kun merasa marathon memberinya kedamaian.  Marathon memberi Kun kesempatan untuk menata hidupnya kembali.  Marathon membuat Kun memulai hidup barunya.  Yang seperti kata Milo “Tidak masalah seberapa kau letihnya hari ini tapi besok adalah hari baru untukmu”.  Kun yakin kali ini pada kenyataannya masa lalu dan kenangan itu tak pernah ada, yang ada hanya masalah memindahkan kaki untuk tetap maju ke depan.  Dan ia percaya bahwa masih banyak yang datang tujuh kaki didepanmu lagi jadi jangan langsung pergi.
                Bagiku, seseorang pasti punya alasan yang kuat kenapa dirinya lari marathon.  Banyak cerita dari orang-orang yang memilih marathon sebagai bentuk aksi.  Aksi lingkungan, sosial, bahkan untuk misi keagamaan.  Sebutlah pelari wanita asal Amerika bernama Rahaf.  Ia ingin memberi pesan pada dunia bahwa wanita muslim berjilbabpun bisa dengan bebas melakukan marathon.
Marathon-pun juga tentang harapan.  Menyebarkan harapan hidup bagi yang membutuhkan.  Aku akan bercerita tentang sebuah kisah nyata.  Ini kisah tentang Terry Fox yang mengagumkan.  Saat berumur delapan belas tahun, Terry mengetahui bahwa ia terkena kanker.  Diagnosisnya adalah osteosarcoma, kanker yang menyerang cepat dan sering kali menyerang kaki dan tangan serta dapat menyebar ke paru-paru, otak dan hati.  Setelah mengetahui kenyataan pahit ini,  Terry memiliki dua pilihan: Menyerah dan menunggu kematian atau menemukan sesuatu yang berharga untuk menjalani hidup.  Ia memilih yang kedua.  Dengan penyakit ini berarti ia akan kehilangan kakinya.  Selagi ia berbaring di ranjang rumah sakit, ia bermimpi berlari ke seluruh Kanada.  Hari itu ia membuat komitmen untuk menjadikan mimpinya kenyataan.  Visinya mulai terbentuk.
Dengan berkomitmen untuk membuat perubahan dalam perjuangan melawan kanker, ia menciptakan tujuan yang sejati.  Tujuan berlari dengan satu kakinya, yang dinamakan Marathon Harapan.  Dari sini ia mengumpulkan satu juta dollar untuk penelitian kanker.  Total uang yang ia kumpulkan adalah $24,17 juta!
Terry menemukan suatu tujuan yang begitu berharga hingga membuatnya bersemangat setiap hari baik secara fisik maupun mental.  Kekuatan tujuan ini mendorongnya menampilkan performa yang luar biasa tinggi.  Meskipun ia hanya memiliki satu kaki yang sehat, kaki palsu yang dipasang pada ujung kakinya yang lain membuatnya bisa berlari.  Sebenarnya ia lebih seperti melompat.  Dan membuat jari-jari kakinya seperti tersandung di setiap langkah.  Terry mengenakan celana pendek waktu ia berlari.  Hal ini tentunya membuat sebagian orang merasa risih.  Respon Terry adalah “Inilah aku, mengapa harus menyembunyikannya ?” Mulai 12 April 1980, ia berlari marathon (empat puluh dua kilometer) hampir setiap hari, dan mengarungi pencapaian yang luar biasa!  Dengan melakukan hal itu, ia memberikan harapan pada ribuan orang di seluruh dunia.
                Ada juga anak bangsa yang melakukan hal yang sama dengan Terry.  Namun, ia lebih beruntung daripada Terry.  Ialah Sandiago Uno.  Pengusaha muda yang dimiliki bangsa Indonesia.  Berasal dari kalangan pengusaha, tak menghalangi Ia untuk melakukan kepedulian terhadap sesama.  Justru dengan profesinya selama ini menjadi mudah  untuk melakukan kepedulian terhadap sesama.  Ia sangat mencintai lari marathon karnanya ia membuat sebuah event yang bernama “Marathon untuk Berbagi”.  Ia menyelaraskan tujuannya dengan sesuatu yang benar-benar ia nikmati-atletik.
                Marathon-pun mengubah hidupku sedikit demi sedikit.  Ketika aku sedang ada di titik terbawah, aku selalu mengingat ucapan Milo “Jika kau ingin berlari maka satu sampai dua kilometer saja cukup tapi jika kau ingin mengubah hidupmu, maka lari marathon-lah”.  Ya, ketika kau ingin mengubah hidupmu, kau harus berlari marathon.  Tak bisa hanya diam statis menunggu takdir.  Marathon membuatku dinamis.  Terus dan terus berlari mengejar ketertinggalan.  Saat aku bertanya pada diriku tentang bagaimana aku bisa mengejar ketertinggalan.  Jawabannya hanya satu BELAJAR LEBIH, MELAKUKAN LEBIH, dan MEMBERI LEBIH.  MULAI DARI SEKARANG JANGAN MENUNDA MASA DEPAN YANG LEBIH BAIK. J
Ini ceritaku, bagaimana ceritamu ? Hari keempat #30DaysWritingChellenges..

MARATHON, MORE THAN RUN, The Way To Meaning of Life Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Laras Cantik

0 komentar:

Posting Komentar

 

ABOUT US

PAGEVIEWS