Minggu
malam di hari ke-27 di bulan Februari tahun 2016. Jika kamu membaca tulisan ini, Kamu sedang
merayakan hari ulang tahunmu yang ke 25 tahun.
Selamat mengulang tanggal kelahiranmu.
Yang terbaikku ucapkan untukmu.
Tetaplah menjadi pribadi yang menyenangkan, selalu positf dan optimis
dalam keadaan apapun. Selamat datang
pada usia seperempat abad. Masihkah kau
se-semangat dahulu ?? Semoga iya..
Perkenalkan,
aku masa lalumu. Ya, aku dirimu yang dulu
saat usia 21 tahun. Sore tadi, terbesit
keinginan untuk menulis surat untukku pada usia 25 tahun. Entahlah, hanya ingin menulis apa yang aku
rasakan.
Kita
mulai saja. Stay turn, check this out..
Saat
kamu membaca surat ini, Dunia di tahun
itu sedang melesat bertumbuh dan berkembang.
Indonesia sedang giatnya dalam pembangunan. Bukan hanya Insfrakstruktur yang dibangun
tapi metal manusianya juga. Mereka
menyebutnya “Revolusi mental”. Sedikit
demi sedikit terlihat revolusi itu. Aku
melihatnya seperti itu walau belum banyak yang kurasakan. Mungkin di tahunmu, revolusi itu terasa ? Apa
kamu merasakannya ?
By
the way, di tahun ini mereka (pemerintah) sedang getol-getolnya membangun
insfrakstruktur. Ada terowongan untuk
jalur MRT, jembatan, jalan tol, rumah sakit, sekolah, taman, dan lainnya. Mereka juga sedang memberantas kemiskinan,
kesenjangan sosial, buta aksara, prostitusi dan tentunya memberatas korupsi.
Dan yang perlu diapresiasi dan didukung, pada tahun ini, mereka sedang rajin
dalam segi pendidikan. Mereka
mensejahterakan kaum guru. Bukankah itu
langkah yang bagus untuk masa depan dunia pendidikan ?
2006
juga sebagai tahun sejarah. Bangsa
Indonesia perlu mengingat tahun itu sebagai masa yang paling penting dalam
hidupnya. Kenapa begitu ? Karna ditahun
itu ada lima pemuda Indonesia membuka
jalur ke pentas dunia. Ada Joey
Alexander (12), Rio Haryanto (23), Livi Zheng (26), Maria Harfanti (24) dan
Andreas Sanjaya (26). Mereka adalah anak
bangsa yang mendobrak pintu pentas begengsi jagad raya. Satu hal yang perlu digaris bawahi, mereka
mendapat pengakuan di bidang yang padat kompetisi, bukan hanya sekedar
menggantungkan keberuntungan. Mereka
mengejutkan dunia dengan prestasi menakjubkan.
Paling
pertama, yang baru saja mendapat standing
ovatiion dari musisi Amerika dan masuk dalam nominasi grammy award 2016. Dia adalah Joey Alexander (12). Joey masih sangat belia untuk kemampuannya
dalam memainkan piano.
Kedua
ialah pembalap kebanggaan kita, Rio Haryanto (23). Tentunya pembalap-pembalap yang membawa nama
harum Indonesia juga menjadi kebanggaan bangsa.
Akan tetapi Rio menakjubkan.
Bagaimana tidak, dia pembalap Indonesia pertama yang balap di akang
bergengsi sekelas formula one.
Selanjutnya
yang ketiga ialah Livi zheng, sutradara cantik ini mampu menembus ketatnya
perfilman Hollywood. Livi baru berusia
26, tapi karyanya dapat disejajarkan dengan sutradara-sutradara Hollywood.
Dari
panggung kecantikan putri sejagad, ada wanita cantik yang mengharumkan
Indonesia. Ia adalah Maria Harfanti (24).
Maria menjadi wanita asal Indonesia pertama yang menduduki peringkat
ketiga di ajang Miss World 2015. Ia
muda,multitalented, dan mengagumkan.
Sementara,
di sudut kejauhan sana. Tak banyak yang
tahu bahwa Andreas Senjaya (26) sedang berjuang mengikuti kelas pengembangan startup atau usaha rintisan bersama
ratusan pengembang dari seluruh dunia.
Badr Interactive, perusahaan miliknya, menjadi salah satu
perusahaan Indonesia pertama yang masuk
daam program inkubasi “500 Startups Accelator”
Mereka
bukan sekedar pemimpi belaka. Mereka dengan kerja kerasnya mampu mewujudkan
mimpi-mimpi itu. Jiwa-jiwa macam merekalah yang dibutuhkan untuk mengubah
Indonesia. Lalu sekarang, bagaimana
kabar mereka ? pasti sudah banyak karya yang mereka torehkan ? Lalu bagaimana
juga dengan kamu ras ? Sudahkah mewujudkan mimpimu sampai usia 25 tahun ?
Well,
sekarang giliranku. Bulan februari itu
aku resmi menjadi penjemput kerja. Dua
minggu sudah aku berada dirumah sibuk melamar via email. Aku tipikal orang yang bosanan. Terbayang kan bagaimana aku bosannya selama
dua minggu itu ? Untunglah, aku punya kesibukkan selain menjemput kerja. Aku mengikuti tantangan 30 hari nonstop untuk
menulis, namanya #30DWC. Acara ini
digagas oleh tutorku Ka Rezky firmansyah. Dia juga alumni yta sama denganku.
Tak hanya itu, aku juga melanjutkan terapi Inggrisku dengan Mister Abdul. Walaupun sudah tidak di Pare lagi, tapi aku
masih bisa melanjutkan terapi. Waktu
terapi sama seperti dulu yakni 10 jam 15 menit tapi diawal menjalaninya aku berantakan. Belum bisa memanage waktu dengan baik karna
aku ketika dirumah aku resmi menjadi jendral kebersihan. Tapi akhirnya, aku belajar memanage waktu
sehingga terapi pun bisa dilakukan selama 15 hari nonstop. Alhamdulillah..
Disela-sela
waktu aku suka menonton video motivasi dan kuliah parenting islami. Oiya, tahun
ini juga aku memberanikan diri untuk datang melamar ke CV Rancage. Aku membawa hasil karyaku. Karya dari koran bekas. Tujuanku datang kesana untuk melamar kerjaan,
tapi saat ditolak aku menawarkan diri menjadi pegawai magang atau menjadi
sekretaris tanpa bayaran. Apapun akan
aku lakukan dengan persyaratan aku mendapatkan pembelajaran langsung dari owner
Rancage selama 15 menit. Aku ingin
belajar banyak ilmu beliau, makanya aku mengajukan tawarab itu. Ilmu ini aku dapatkan dari tutor parentingku
ibu Septi Peri Wulandari.
Kala itu, saat dimana secara
keseluruhan mental, fisik, diuji. Aku diuji mental salah satunya lewat tabungan
di atm. Ini kali kedua, tabungan atmku
berjumlah kurang dari 50 ribu. Tepatnya
20 ribu. Aku miskin kala itu. Aku pemuda miskin dengan tabungan di atmnya
sebesar 20 ribu. Selain miskin, aku juga
pemuda abu-abu kala itu. Semangatku
belum istiqomah saat itu. Kadang satu
hari aku semangat, saking semangatnya aku bisa sampai tidak tidur seharian
mengerjakan sesuati yang aku suka. Entah
itu melamar, menulis, membaca, belajar atau mencipta sesuatu. Namun di satu hari, aku pernah malas sekali. Sampai satu hari kerjaanku hanya tidur. Aku malas melakukan sesuatu sekalipun itu
mandi. Kepercayaanku juga naik turun
sama seperti keimananku. Memang benar kalau hati itu tak pernah tetap, ia bisa
berubah sepersekian detik. Allah yang
menetapkan hati kita. Aku mengakui kalau
aku berada pada titik terendah saat itu.
Sama seperti delapan tahun silam saat menjemput kampus. Aku belum punya uang, pekerjaan, keahlian,
Branding diri, karya dan terlebih aku sendiri.
Aku mengakui akan hal itu. I wan’t live a lie, running for life. I need
to take an action. I don’t wanna in this
situation. Ini saatnya aku mengambil
momentum dari keadaan ini. Momentum
untuk berubah.
Aku dimasa lalumu
akan berusaha sedikit lebih keras.
Berjuang lebih keras akan membawaku jauh lebih banyak saat dilakukan dalam jangka
waktu lama sedangkan mengendorkan usaha walau sedikit tiap harinya akan membawa
kita pada kerugian. Kita hanya perlu
bekerja lebih keras SEDIKIT SAJA, YANG PALING PENTING JANGAN MENGENDORKAN USAHA
KITA WALAU HANYA SEDIKIT. Tentunya kamu
masih ingat filosofi Persamaan Matematika dimana 1,01365 = 37,8 dan
0,99365 = 0,03. Kamu lihat
perbedaannya. Jauh sekali bukan
perbedaannya sekalipun kita menaikkan dan mengurangi hanya 0,01 saja. Disinilah pointnya.
Saat
kamu membaca ini, Alhamdulillah aku sudah mewujudkan mimpi kita sebelum usia 25
tahun. aku sudah menerbitkan dua
buku. Satu buku ialah karyaku sendiri
dan satunya karya kolaborasi dengan penulis lain. Dua-duanya sedang berproses
untuk menjadi buku best seller. Cepat atau lambat semuanya pasti akan
terjadi karna aku sedang belajar penjualan dan pemasaran bagaimana mereka
terjual laris manis. Blog yang aku buat
diawal 2016, sekarang sudah banyak dikunjungi orang. Tercatat sudah 700 lebih yang membaca blog
itu. Aku juga suka mengirimkan tulisanku
di hipwee. Beberapa artikelku direspon
baik oleh pembaca setia hipwee. Tak
disangka responnya luar biasa.
Saat
itu aku punya pekerjaan tetap yang didalamnya aku melakukan passion.
Ini membuatku bersemangat setiap kali bangun pagi. Aku terlibat aktif dalam perusahaan, ide dan gagasanku
ditampung dan dijadikan bahan recomended.
Aku senang disini, perusahaan ini seperti keluarga baru bagiku. Mereka mengambil andil dalam jejak
kehidupanku yang membahagiakan. Kami
bekerja dengan senang hati jadi tak masalah kalaupun harus lembur dan kerja
lagi pagi harinya. Ada banyak budaya perusahaan unik, pemimpinlah yang
membudayakannya kebiasaan itu. Diawal
hari kamu semua berkumpul di ruang meeting.
Semua di dalam ruang itu harus menyampaikan tiga topik bahasan pertama
evaluasi hari kemarin, perencanaan untuk hari ini dan prosesnya bagaimana. Jika ada kendala kami menyelesaikan secara
bersama dilihat dari berbagai sudut pandang.
Kami diluruskan akan tujuan dan fungsi kami dalam perusahaan. Kami bagai sebuah pohon yang semua bagiannya
saling terhubung. Jadi, saat ada yang
kurang baik otomatis semuanya berjalan jomplang. Diakhir kami suka meneriakkan yel-yel
kebersaran kami. Bagiku itu menyenangkan
dan menambah semangat dalam bekerja.
Budaya yang lain ialah perayaan hari ulang tahun. Luar biasa, pemimpin kami mengingat dengan
baik hari kelahiran rekan-rekannya.
Setiap hari ada saja yang ulang tahun.
Membuat makanan melimpah ruah setiap harinya. Sangat menguntungkan bagi anak kost
sepertiku.hehehe. Aku suka membuat
martabak berbagai toping untuk mereka. Aku membaginya ke semua orang. Mereka
suka dengan martabakku dan hampir banyak orang yang menyarankan untuk membuka
usaha martabak.
Aku
memang sudah berencana akan hal itu, aku juga sudah membuat bussness
plannya. Alhamdulillah tak lama aku
membuka usaha pertama dibantu keluarga dan sahabat. Saat itu memang belum begitu ramai tapi aku
yakin itu termasuk kedalam proses menjadi ramai. Hari ini, kamu dpaat lihat hasilnya. Banyak yang mampir ke warung kita bukan
? Itu sebuah karna kebaikan Allah. Tanpanya aku takkan mampu untuk survive dan
seperti ini. Sedikit demi sedikit aku
perluas lahannya. Aku ingin dibangun
sebuah musola sehingga pembeli kita tak perlu repot untuk mencari tempat untuk
solat. Nantinya juga akan ada sebuah aula
serbaguna. Komunitas apapun yang ingin
mengadakan sebuah gathering, pertemuan yang tujuannya belajar ilmu yang
bermanfaat dapat memakai tempat itu secara gratis. Setiap malam jumat nantinya juga akan ada
pengajian bersama. Pegawai kitapun akan
di training agar mereka juga pertumbuh dan berkembang. Akan aku terapkan budaya yang sama ketika aku
di Perusahaan dulu. FYI : aku sudah resign dari perusahaan dan sekarang
berfokus pada warung ini dan aktifitas lain yang aku suka. Tapi walaupun begitu aku masih sering bertemu
mereka. Sesekali mereka datang dan
mengadakan meeting di warung ini. Mereka
menyukai tempat kita. Kawan dari #30DWC
dan LTMI sering berkumpul dan belajar disini.
Sahabat kitapun sering makan disini.
Malah warung ini sebagai pilihan tempat berkumpul. Kami sering menghabiskan waktu bersama
disini, sampai larut malam mengobrol dan menceritakan rencana masa depan. Keluarga kitapun sering datang berkunjung dan
makan disini. Mereka mengadakan arisan
disini, mungkin karna tempatnya yang nyaman dan enak. Oiya, aku juga sering membuka seminar dan
stand up comedy disini, aku membuat panggung khusus untuk mereka yang mau, tak
terkecuali aku.
Dan
yang paling penting pada masa itu, aku telah mengumrohkan ibu,bapak dan
ema. Walau haji kecil tapi mereka senang
sekali. Tunggulah beberapi tahun lagi bu
untuk haji besarnya. Jika kamu ingin bahagia maka bahagiakanlah orang
lain. Percaya atau tidak aku merasakannya. Aku bahagia saat membahagiakan banyak
orang. Hal mana yang tidak membahagiakan
selain membahagiakan orang yang kita cintai ??
Namun, hal yang paling berkesan kala itu ialah aku bisa dekat dengan
Maha Pencipta. Allah itu dekat jika kita
percaya Dia dekat. Allah lebih dekat
dibanding urat leher kita. Allah itu ada
saat kita percaya Dia ada.
Untuk
aku di masa depan, Lakukan seperti aku dahulu tapi kali ini lakukan dengan
elegan. Hadapilah semuanya dengan
berani. Beranilah untuk melangkah, beranilah untuk memulai dan beranilah
tampil beda. Beranilah menyatakan apa
yang kamu pikir dan apa yang kamu rasa.
Walaupun semua orang berpikir aneh tentangmu, jangan hiraukan
mereka. Tetaplah melangkah sampai kamu
berada di tempat tujuanmu.
Ingat, jangan
mencoba untuk menjauh dari Allah dan berputus asa dari RahmatNya.
#30DWC hari ke 14





0 komentar:
Posting Komentar