BISMILLAHIROHMANIROHIM
YA
RABB , INILAH JEJAK & PROPOSAL HIDUPKU...
Semoga setiap hentakan jari pada papan keyboard laptop ini
menjadi sebuah kebaikan yang nantinya memberatkan timbangan amalku..Amiiin
Proposal ini dimulai berawal pada tingkat dasar (SD).
Alhamdulillah aku murid biasa di kelas, tidak pandai sangat pun tidak juga
berada dibawah. Aku tumbuh menjadi murid yang dapat dibilang biasa saja. Sampai
kabar itu yang awalnya aku anggap sebagai kabar buruk. Bagai kabar tentang
jatuhnya bom atom yang menghujam jatuh tepat memporak-porandakan 2 kota kecil :
Nagasaki dan Hiroshima. Kali ini setelah sekian lama aku sadar bahwa kabar itu
bukan kabar buruk tapi sungguh dia sebagai kabar penyelamat hidupku. Sungguh,
aku tahu sekarang kenapa Dia sengaja memberi kado terindah berupa “kabar buruk”
itu. Sungguh, Dia sangat mencintai hamba-Nya termasuk diriku. Bentuk kasih
sayang yang tak kasat mata, abstrak, tak tertangkap panca indra tapi setelah
kau menyadarinya ia terasa, teramat besar sampai kau tak hentinya bersyukur
sampai detik ini. Siang itu, aku dikabari oleh wali kelas V masuk daftar
sebagai salah satu murid yang jika perubahannya nihil dapat dipastikan tidak
dapat naik ke kelas selanjutnya. Jumlah murid yang masuk ke daftar murid tiggal
kelas kurang lebih lima orang. Aku lupa jumlah pastinya berapa yang jelas lebih
dari tiga orang. Ibu Irma,wali kelas, memberi bantuan dibuatnya kelas tambhan
sehabis pulang sekolah. Selama beberapa minggu kita belajar tambahan. Apapun
yang belum kita paham dan kuasai kita ulang pembelajarannya. Dan tahukah kau apa
yang membuat aku bangga kepada diriku saat itu. Salah satu yang mungkin menjadi
kelebihanku dibanding yang lain. Aku bangga saat itu tidak menyerah pada
keadaan, tidak menyerah pada sistem, dan tidak menyerah pada takdir. Aku terus
belajar. Berusaha sedikit lebih keras dibandingkan teman-teman lain. Saat semua
main-main, aku serius memperhatikan. Aku jauh serius dibanding dulu. Dan ini
berbuah manis, alhamdulillah tak satupun murid yang tinggal kelas. Di satu titik
aku sadar bahwa semua butuh adanya pengorbanan dan butuh kerja keras. Keraslah
pada dirimu maka kehidupan akan lunak padamu jangan sebaliknya lunak pada
dirimu maka kehidupan keras padamu. Begitu petuah seorang bijak diluar sana.
Berkat kejadian itu, dikelas enam, aku belajar sedikit lebih keras dari
teman-teman. Saat adikku sudah tidur pulas aku masih asik dengan buku
pelajaran.
Mungkin rasa kurangnya ilmu dan merasa diri ini masih bodoh
mulai tumbuh sedikit demi sedikit. Kegiatan belajar yang dulu aku anggap
membosankan dan terpaksa kini menjadi kebutuhan. Berjam-jam berkutat dengan
buku tidak masalah kini. Entahlah, kadang ada sesuatu yang tak bisa kita
jalaskan dengan kata-kata dan otakpun tak mampu mencerna. Diri ini mulai haus
akan ilmu. Alhamdulillah atas kejadian itu pula aku dapat diterima di salah
satu SMP favorit di kota Bogor. Tidak favorit sekali sih tapi bisa dikatakan
setengahnya, kenapa ? waktu itu sistem penerimaan murid baru menggunakan nilai
UN sebagai syarat masuk. Semakin tinggi nilai UN kita punya kesempatan masuk ke
SMP ternama dan favorit. SMPN 9 Bogor biasanya menjadi pilihan kedua setelah
SMPN 7 Bogor. Sekolah ini menjadi sekolah cadangan bila tidak masuk SMP
favorit. Aku memutuskan mendaftar ke SMPN 9 Bogor. Alhamdulillah diterima
bersama tiga orang temanku. Disini aku banyak belajar. Disini pula aku mendapat
teman, guru, kejadian, kesempatan yang sangat berharga samaa berharganya dengan
masa di tingkat dasar.
Tiba dipenghujung akhir di tingkah
menengah ini. Bapak asep, wali kelas akhir waktu itu. Salah satu guru favorit
di sekolah ini versiku. Dengan bimbingannya, aku dibuatnya mencintai
matematika. Pelajaran yang dulu buat aku belajar dua kali lebih keras dari
biasanya. Entahlah, saat dibimbingnya semuanya menjadi mudah. Kalau saja
dipertemukan dengan beliau di awal waktu pasti sudah menjadi perwakilan sekolah
dalam olimpiade matematika. Tapi takdir pertemukan kita diakhir waktu,tak
masalah yang paling penting kini saat aku dihadapkan soal-soal yang rumit
sekalipun aku membayangkan sedang mengerjakan soal matematika. Sulit memang
tapi pasti ada rumus buat menyelesaikannya.
Melanjuti sekolah ke jenjang
selanjutnya, kini tiba di masa-masa yang kata orang sih masa paling bahagia.
Banyak temen, banyak pengalaman baru, banyak peubahan baik luar maupun dalam
benar-benar baru terjadi saat masa ini. Ya, masa SMA. Alhamdulillah, atas
izin-Nya pula aku berkesempatan belajar di salah satu SMA terbaik di kota
Bogor, SMAN 5 Kota Bogor. SMA yang memang menjadi target sekolahku saat masih
di jenjang menengah. Sungguh, atas kebaikan Allah-lah salah satu mimpi ini
dapat terwujud. Maha benar Allah dengan semua kebaikan yang Ia berikan kepadaku
tidak di tingkat dasar, menengah ataupun atas. Ia selalu memberi pelajaran
hidup dalam bentuk yang tidak kita sadari saat itu. Sampai pada akhirnya kita
dibimbing oleh-Nya tuk mengetahui apa yang sebenarnya telah Ia rencanakan.
Masya Allah..
Disini aku dibimbing bagaimana indahnya
sebuah perjuangan, cantiknya sebuah persahabatan, manisnya sebuah silatuhrahmi,
getirnya sebuah pengorbanan, pahitnya sebuah penolakan, bosannya sebuah
penantian, terjaminnya sebuah doa, harapan dibungkus doa yang menguatkan saat
terjatuh.Bagaimana sebuah rencana yang sudah dibangun diganti dengan rencana
indah dari-Nya.
Aku mencoba menjemput mimpi menjadi
ahli farmasi. Saat ku mencoba menulis mimpiku ini ternyata Dia punya rencana
indah lain. Ternyata menjadi ahli farmasi itu hanya bukan mimpi melainkan
sebuah ambisi orang lain yang entah kenapa bisa menjadi mimpiku. Dia maha tahu,
dengan semua kapasitasku, kemampuanku, aku tidak berada dalam bidang itu.
Lagi-lagi aku menyadarinya setelah sekian lama menanti jawaban. Alhamdulillah
aku tidak masuk bidang itu.
Saat ini aku ditempatkan oleh-Nya di
AKA. Akademi Kimia Analisis masih berada di kota kelahiranku, Bogor. Sempat ada
sedikit rasa kecewa kepada takdir-Nya. Kenapa aku ditakdirkan belajar selama 3
tahun di Akademi yang bahkan warga Bogor pun tidak tahu lokasi kampusnya.
Kenapa aku harus belajar disini padahal aku bisa belajar ditempat yang
kampusnya jauh lebih tersohor, lebih baik, lebih berfasilitas, lebih rimbun,
lebih besar, lebih banyak teman SMA dan lebih-lebih lagi. Pergolakan batin aku
alami bahkan sampai sudah menimba ilmu disana.
Sampai akhirnya hati ini berbicara :
Ya,
memang benar. Kamu ‘Laras Sulastri’ bisa mendapatkan apa yang menjadi kampus
idamanmu. Kamu dapat belajar di kampus yang tersohor, besar, baik, lengkap
fasilitasnya, rimbun dengan banyak pohon dan apapun yang menjadi idamanmu. Akan
tetapi pernahkah kau berfikir, sejenak meluangkan waktu untuk berfikir dan
merenunginya. Apakah kampus idamanmu itu memberikan tak hanya ilmu kimia teori
maupun praktik tapi juga memberikan ilmu tentang kehidupan baik berupa teori
dan juga praktiknya. Apakah kampus idamanmu itu akan memberikan banyak
kesempatan untuk kau lebih dekat dengan Dia yang menciptakanmu. Apakah kampus
idmanmu itu memberikan pengalaman baru yang berharga. Apakah kampus idamanmu
itu dengan semua kejadian di dalamnya membuatmu lebih banyak bersyukur
dibanding kamu sebelumnya. Apakah dengan kampus idamanmu itu kamu memiliki
kawan kostan yang tak sekedar kawan tapi lebih dari sekedar sahabat. Apakah
kampus idamanmu itu dapat memberikan
keluarga kecil yang kamu betah tinggal bersama mereka dibanding tinggal di
rumah dengan keluarga biologis. Apakah kampus idamanmu itu kau mendapatkan
lebih banyak guru kehidupan terbaik. Apakah kampus idamanmu itu membuatmu lebih
peka terhadap lingkungan. Apakah kampus idamanmu itu dapat membuat kau bergegas
memantaskan diri untuk calonmu kelak. Dan pertanyaan lainnya yang sudah pasti
jawaban dari semuanya ialah ‘TIDAK’
Kau
memang punya rencana yang indah tapi tunggulah sejenak rencana-Nya sungguh
rencana paling indah.
Mungkin
AKA bukan kampus terkenal sebanding dengan UI, ITB, IPB, UGM atau PTN lain tapi
bukankah AKA cukup terkenal dikalangan penggiat industri. Alumninya banyak yang sudah diterima
di perusahan besar dalam maupun luar negeri.
Mungkin
AKA tak memiliki deretan dosen-dosen lulusan luar negeri yang disiplinKampus
ini jauh dibanding itu. Akan tetapi disini kau tidak hanya belajar dunia saja,
kau belajar kehidupan disini dan lebih dari itu.
Mungkin
AKA tak seluas dan sehijau UI, IPB atau PTN lain tapi bukankah tempat yang luas
itu menjadi sulit untuk kau jelajahi dalam satu hari.
Dan
semua argumen tentang AKA yang belum kamu ketahui.
Sampai detik ini, aku masih
mencari-cari dimana letak kekuatan. Ia mungkin masih tersembunyi di dalam
sehingga perlu untuk diri ini mengulik lagi dan mencari letaknya sampai ke
dalam sana. Tapi salah satu kekuatan dari ini yang baru aku temukan ialah
kekuatan untuk tetap berjuang tak menyerah oleh sistem dan keadaan. Masih dalam
ingatan ketika aku masih belum mendapat kartu tanda mahasiswa (KTM). Tempat
untuk menimba ilmu masih abu-abu , tak berbentuk dalam bayangan. Ketika itu aku
masih belum menyerah. Semangat masih ada di dalam diri ini menolak untuk
menyerah pada keadaan. Dan akhirnya sampai pada satu jawaban diterima di AKA
Bogor.Inilah jalanku, jalan yang tanpa disadari telah dibimbing oleh-Nya.
Dan tiba pada tingkah akhir di
akademi ini. Terlampau cepat memang hanya tiga tahun tapi ilmu yang didapat
terlampau banyak dan bermanfaat. Proses belajarku tentu tak berhenti disini.
Ada banyak hal yang belum aku ketahui. Ada banyak keterampilan yang belum aku
bisa. Ada banyak wawasan yang terlewatkan. Ada ribuan buku yang terbit tiap
hari. Ada milyaran manusia yang belum kita kenal. Ada jutaan tempat yang belum
kita kunjungi. Ada banyak kata yang belum terucap dan tersampaikan. Ada banyak
buah pikiran yang belum tersalurkan. Ada banyak ide dan karya yang belum kita
wujudkan. Ada banyak anak putus sekolah yang juga menjadi tanggung jawab kita.
Ada banyak muslimin miskin adalah tetangga kita yang butuh pertolongan. Ada banyak
manula sendirian dengan masa tuanya perlu kita rawat, bahagiakan, dan
sejahterakan. Ada banyak anak jalanan yang tiap harinya kelaparan. Ada jutaan
ummat terancam kristenisasi dan permurtadan. Demi ALLAH, ada banyak ilmu yang
belum kita amalkan.
Aku masih punya impian. Impian dimana prestasi terbaikku
selama hidup yang dengan kebaikan-Nya menjadi kenyataan.
Aku
punya impian yang mana impian ini insha Allah prestasi terbaik yang ingin
dicapai selama hidup. Prestasi terbaik itu ialah :
1. Mempunyai
travel haji dan umroh kerjasama yusuf mansur.
2.
Mempunyai masjid beserta rumah tahfidz
di daerah bogor (Kabupaten maupun Kota)
3.
Mempunyai 10 bahkan lebih dari itu anak
asuh (yatim piatu) yang dibiayai hidupnya sampai dia berkeluarga.
4.
Ilmuwan kimia analitik yang tak hanya
teori dan praktikum dikuasai tapi dapat mengaplikasi ilmunya untuk masyarakat
luas.
5. Ibu
Rumah Tangga yang luar biasa (dokter keluarga, ahli keuangan, ahli akuntansi, manajer pribadi, koki
keluarga, psikolog anak, motivasi keluarga)
YA
RABB, inilah kelima prestasi terbaik yang detik ini aku mencoba memantaskan
diri untuk dapat menjadi kenyataan. Sungguh dengan hanya kebaikan-Mu dan
pertolongan-Mu prestasi ini dapat
menjadi kenyataan. Ridhoilah ya RABB, ridhoilah semua langkahku menuju prestasi
terbaikku.
#30DWC Hari ke 13
Terimakasih





0 komentar:
Posting Komentar