Minggu, 28 Februari 2016

Proposal Hidup

BISMILLAHIROHMANIROHIM

YA RABB , INILAH JEJAK & PROPOSAL HIDUPKU...
Semoga setiap hentakan jari pada papan keyboard laptop ini menjadi sebuah kebaikan yang nantinya memberatkan timbangan amalku..Amiiin
Proposal ini dimulai berawal pada tingkat dasar (SD). Alhamdulillah aku murid biasa di kelas, tidak pandai sangat pun tidak juga berada dibawah. Aku tumbuh menjadi murid yang dapat dibilang biasa saja. Sampai kabar itu yang awalnya aku anggap sebagai kabar buruk. Bagai kabar tentang jatuhnya bom atom yang menghujam jatuh tepat memporak-porandakan 2 kota kecil : Nagasaki dan Hiroshima. Kali ini setelah sekian lama aku sadar bahwa kabar itu bukan kabar buruk tapi sungguh dia sebagai kabar penyelamat hidupku. Sungguh, aku tahu sekarang kenapa Dia sengaja memberi kado terindah berupa “kabar buruk” itu. Sungguh, Dia sangat mencintai hamba-Nya termasuk diriku. Bentuk kasih sayang yang tak kasat mata, abstrak, tak tertangkap panca indra tapi setelah kau menyadarinya ia terasa, teramat besar sampai kau tak hentinya bersyukur sampai detik ini. Siang itu, aku dikabari oleh wali kelas V masuk daftar sebagai salah satu murid yang jika perubahannya nihil dapat dipastikan tidak dapat naik ke kelas selanjutnya. Jumlah murid yang masuk ke daftar murid tiggal kelas kurang lebih lima orang. Aku lupa jumlah pastinya berapa yang jelas lebih dari tiga orang. Ibu Irma,wali kelas, memberi bantuan dibuatnya kelas tambhan sehabis pulang sekolah. Selama beberapa minggu kita belajar tambahan. Apapun yang belum kita paham dan kuasai kita ulang pembelajarannya. Dan tahukah kau apa yang membuat aku bangga kepada diriku saat itu. Salah satu yang mungkin menjadi kelebihanku dibanding yang lain. Aku bangga saat itu tidak menyerah pada keadaan, tidak menyerah pada sistem, dan tidak menyerah pada takdir. Aku terus belajar. Berusaha sedikit lebih keras dibandingkan teman-teman lain. Saat semua main-main, aku serius memperhatikan. Aku jauh serius dibanding dulu. Dan ini berbuah manis, alhamdulillah tak satupun murid yang tinggal kelas. Di satu titik aku sadar bahwa semua butuh adanya pengorbanan dan butuh kerja keras. Keraslah pada dirimu maka kehidupan akan lunak padamu jangan sebaliknya lunak pada dirimu maka kehidupan keras padamu. Begitu petuah seorang bijak diluar sana. Berkat kejadian itu, dikelas enam, aku belajar sedikit lebih keras dari teman-teman. Saat adikku sudah tidur pulas aku masih asik dengan buku pelajaran.
Mungkin rasa kurangnya ilmu dan merasa diri ini masih bodoh mulai tumbuh sedikit demi sedikit. Kegiatan belajar yang dulu aku anggap membosankan dan terpaksa kini menjadi kebutuhan. Berjam-jam berkutat dengan buku tidak masalah kini. Entahlah, kadang ada sesuatu yang tak bisa kita jalaskan dengan kata-kata dan otakpun tak mampu mencerna. Diri ini mulai haus akan ilmu. Alhamdulillah atas kejadian itu pula aku dapat diterima di salah satu SMP favorit di kota Bogor. Tidak favorit sekali sih tapi bisa dikatakan setengahnya, kenapa ? waktu itu sistem penerimaan murid baru menggunakan nilai UN sebagai syarat masuk. Semakin tinggi nilai UN kita punya kesempatan masuk ke SMP ternama dan favorit. SMPN 9 Bogor biasanya menjadi pilihan kedua setelah SMPN 7 Bogor. Sekolah ini menjadi sekolah cadangan bila tidak masuk SMP favorit. Aku memutuskan mendaftar ke SMPN 9 Bogor. Alhamdulillah diterima bersama tiga orang temanku. Disini aku banyak belajar. Disini pula aku mendapat teman, guru, kejadian, kesempatan yang sangat berharga samaa berharganya dengan masa di tingkat dasar.
            Tiba dipenghujung akhir di tingkah menengah ini. Bapak asep, wali kelas akhir waktu itu. Salah satu guru favorit di sekolah ini versiku. Dengan bimbingannya, aku dibuatnya mencintai matematika. Pelajaran yang dulu buat aku belajar dua kali lebih keras dari biasanya. Entahlah, saat dibimbingnya semuanya menjadi mudah. Kalau saja dipertemukan dengan beliau di awal waktu pasti sudah menjadi perwakilan sekolah dalam olimpiade matematika. Tapi takdir pertemukan kita diakhir waktu,tak masalah yang paling penting kini saat aku dihadapkan soal-soal yang rumit sekalipun aku membayangkan sedang mengerjakan soal matematika. Sulit memang tapi pasti ada rumus buat menyelesaikannya.
            Melanjuti sekolah ke jenjang selanjutnya, kini tiba di masa-masa yang kata orang sih masa paling bahagia. Banyak temen, banyak pengalaman baru, banyak peubahan baik luar maupun dalam benar-benar baru terjadi saat masa ini. Ya, masa SMA. Alhamdulillah, atas izin-Nya pula aku berkesempatan belajar di salah satu SMA terbaik di kota Bogor, SMAN 5 Kota Bogor. SMA yang memang menjadi target sekolahku saat masih di jenjang menengah. Sungguh, atas kebaikan Allah-lah salah satu mimpi ini dapat terwujud. Maha benar Allah dengan semua kebaikan yang Ia berikan kepadaku tidak di tingkat dasar, menengah ataupun atas. Ia selalu memberi pelajaran hidup dalam bentuk yang tidak kita sadari saat itu. Sampai pada akhirnya kita dibimbing oleh-Nya tuk mengetahui apa yang sebenarnya telah Ia rencanakan. Masya Allah..
            Disini aku dibimbing bagaimana indahnya sebuah perjuangan, cantiknya sebuah persahabatan, manisnya sebuah silatuhrahmi, getirnya sebuah pengorbanan, pahitnya sebuah penolakan, bosannya sebuah penantian, terjaminnya sebuah doa, harapan dibungkus doa yang menguatkan saat terjatuh.Bagaimana sebuah rencana yang sudah dibangun diganti dengan rencana indah dari-Nya.
            Aku mencoba menjemput mimpi menjadi ahli farmasi. Saat ku mencoba menulis mimpiku ini ternyata Dia punya rencana indah lain. Ternyata menjadi ahli farmasi itu hanya bukan mimpi melainkan sebuah ambisi orang lain yang entah kenapa bisa menjadi mimpiku. Dia maha tahu, dengan semua kapasitasku, kemampuanku, aku tidak berada dalam bidang itu. Lagi-lagi aku menyadarinya setelah sekian lama menanti jawaban. Alhamdulillah aku tidak masuk bidang itu.
            Saat ini aku ditempatkan oleh-Nya di AKA. Akademi Kimia Analisis masih berada di kota kelahiranku, Bogor. Sempat ada sedikit rasa kecewa kepada takdir-Nya. Kenapa aku ditakdirkan belajar selama 3 tahun di Akademi yang bahkan warga Bogor pun tidak tahu lokasi kampusnya. Kenapa aku harus belajar disini padahal aku bisa belajar ditempat yang kampusnya jauh lebih tersohor, lebih baik, lebih berfasilitas, lebih rimbun, lebih besar, lebih banyak teman SMA dan lebih-lebih lagi. Pergolakan batin aku alami bahkan sampai sudah menimba ilmu disana.
            Sampai akhirnya hati ini berbicara :
Ya, memang benar. Kamu ‘Laras Sulastri’ bisa mendapatkan apa yang menjadi kampus idamanmu. Kamu dapat belajar di kampus yang tersohor, besar, baik, lengkap fasilitasnya, rimbun dengan banyak pohon dan apapun yang menjadi idamanmu. Akan tetapi pernahkah kau berfikir, sejenak meluangkan waktu untuk berfikir dan merenunginya. Apakah kampus idamanmu itu memberikan tak hanya ilmu kimia teori maupun praktik tapi juga memberikan ilmu tentang kehidupan baik berupa teori dan juga praktiknya. Apakah kampus idamanmu itu akan memberikan banyak kesempatan untuk kau lebih dekat dengan Dia yang menciptakanmu. Apakah kampus idmanmu itu memberikan pengalaman baru yang berharga. Apakah kampus idamanmu itu dengan semua kejadian di dalamnya membuatmu lebih banyak bersyukur dibanding kamu sebelumnya. Apakah dengan kampus idamanmu itu kamu memiliki kawan kostan yang tak sekedar kawan tapi lebih dari sekedar sahabat. Apakah kampus idamanmu itu dapat  memberikan keluarga kecil yang kamu betah tinggal bersama mereka dibanding tinggal di rumah dengan keluarga biologis. Apakah kampus idamanmu itu kau mendapatkan lebih banyak guru kehidupan terbaik. Apakah kampus idamanmu itu membuatmu lebih peka terhadap lingkungan. Apakah kampus idamanmu itu dapat membuat kau bergegas memantaskan diri untuk calonmu kelak. Dan pertanyaan lainnya yang sudah pasti jawaban dari semuanya ialah ‘TIDAK’
Kau memang punya rencana yang indah tapi tunggulah sejenak rencana-Nya sungguh rencana paling indah.
Mungkin AKA bukan kampus terkenal sebanding dengan UI, ITB, IPB, UGM atau PTN lain tapi bukankah AKA cukup terkenal dikalangan penggiat  industri. Alumninya banyak yang sudah diterima di perusahan besar dalam maupun luar negeri.
Mungkin AKA tak memiliki deretan dosen-dosen lulusan luar negeri yang disiplinKampus ini jauh dibanding itu. Akan tetapi disini kau tidak hanya belajar dunia saja, kau belajar kehidupan disini dan lebih dari itu.
Mungkin AKA tak seluas dan sehijau UI, IPB atau PTN lain tapi bukankah tempat yang luas itu menjadi sulit untuk kau jelajahi dalam satu hari.
Dan semua argumen tentang AKA yang belum kamu ketahui.
            Sampai detik ini, aku masih mencari-cari dimana letak kekuatan. Ia mungkin masih tersembunyi di dalam sehingga perlu untuk diri ini mengulik lagi dan mencari letaknya sampai ke dalam sana. Tapi salah satu kekuatan dari ini yang baru aku temukan ialah kekuatan untuk tetap berjuang tak menyerah oleh sistem dan keadaan. Masih dalam ingatan ketika aku masih belum mendapat kartu tanda mahasiswa (KTM). Tempat untuk menimba ilmu masih abu-abu , tak berbentuk dalam bayangan. Ketika itu aku masih belum menyerah. Semangat masih ada di dalam diri ini menolak untuk menyerah pada keadaan. Dan akhirnya sampai pada satu jawaban diterima di AKA Bogor.Inilah jalanku, jalan yang tanpa disadari telah dibimbing oleh-Nya.
            Dan tiba pada tingkah akhir di akademi ini. Terlampau cepat memang hanya tiga tahun tapi ilmu yang didapat terlampau banyak dan bermanfaat. Proses belajarku tentu tak berhenti disini. Ada banyak hal yang belum aku ketahui. Ada banyak keterampilan yang belum aku bisa. Ada banyak wawasan yang terlewatkan. Ada ribuan buku yang terbit tiap hari. Ada milyaran manusia yang belum kita kenal. Ada jutaan tempat yang belum kita kunjungi. Ada banyak kata yang belum terucap dan tersampaikan. Ada banyak buah pikiran yang belum tersalurkan. Ada banyak ide dan karya yang belum kita wujudkan. Ada banyak anak putus sekolah yang juga menjadi tanggung jawab kita. Ada banyak muslimin miskin adalah tetangga kita yang butuh pertolongan. Ada banyak manula sendirian dengan masa tuanya perlu kita rawat, bahagiakan, dan sejahterakan. Ada banyak anak jalanan yang tiap harinya kelaparan. Ada jutaan ummat terancam kristenisasi dan permurtadan. Demi ALLAH, ada banyak ilmu yang belum kita amalkan.
Aku masih punya impian. Impian dimana prestasi terbaikku selama hidup yang dengan kebaikan-Nya menjadi kenyataan.
Aku punya impian yang mana impian ini insha Allah prestasi terbaik yang ingin dicapai selama hidup. Prestasi terbaik itu ialah :
1.    Mempunyai travel haji dan umroh kerjasama yusuf mansur.
2.    Mempunyai masjid beserta rumah tahfidz di daerah bogor (Kabupaten maupun Kota)
3.    Mempunyai 10 bahkan lebih dari itu anak asuh (yatim piatu) yang dibiayai hidupnya sampai dia berkeluarga.
4.    Ilmuwan kimia analitik yang tak hanya teori dan praktikum dikuasai tapi dapat mengaplikasi ilmunya untuk masyarakat luas.
5.    Ibu Rumah Tangga yang luar biasa (dokter keluarga, ahli keuangan,  ahli akuntansi, manajer pribadi, koki keluarga, psikolog anak, motivasi keluarga)

YA RABB, inilah kelima prestasi terbaik yang detik ini aku mencoba memantaskan diri untuk dapat menjadi kenyataan. Sungguh dengan hanya kebaikan-Mu dan pertolongan-Mu  prestasi ini dapat menjadi kenyataan. Ridhoilah ya RABB, ridhoilah semua langkahku menuju prestasi terbaikku.


#30DWC Hari ke 13
Terimakasih

Proposal Hidup Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Laras Cantik

0 komentar:

Posting Komentar

 

ABOUT US

PAGEVIEWS