Tadi pagi,
aku baru saja melihat sebuah video ceramah Ust Yusuf Mansur. Materi ceramahnya
sangat dibutuhkan olehku kini. Hampir
satu bulan aku menjadi beban negara.
Tepatnya menjadi pengangguran.
Mungkin satu bulan belum seberapa ketimbang mereka yang bertahun-tahun
hidup menjadi pengangguran. Mungkin
orang bilang aku kurang sabar. Baru satu
bulan sudah mengeluh. Iya, orang lain
boleh berbicara apapun tentang aku tapi aku sangat mengetahui diriku secara
pasti. Aku tipikal orang yang tak betah
tak melakukan apapun. Hanya dirumah dan
melakukan aktivitas itu-itu saja membuatku bosan. Bosan sekali.
Terlebih aku juga mudah bosan terhadap sesuatu.
Untuk menyiasati bosan ini, untunglah aku
menjalani beberapa tantangan. Pertama
aku menantang diriku untuk menjemput pekerjaan impian selama satu bulan
penuh. Kedua aku mengikuti Tantangan
menulis tiga puluh hari nonstop yang bernama #30DWC. Ketiga, aku juga melanjutkan terapi inggris
selama lima belas hari. Untuk yang
ketiga, aku berhenti di tengah jalan.
Tak ada pembelaan dariku karna menyadari belum bisa mengatur waktu
dengan baik. Tapi terkadang rasa bosan itu sering muncul ditengah aktivitas.
Aku tergoda untuk menyerah ditengah jalan. Aku tergoda untuk menyerah karna
belum menemui titik temu. Namun saat tak
sengaja membuka kembali buku karya Jack Canfield dkk tentang ‘The Power Of
Focus’, aku merasa tertampar hebat.
Tepat di pipi sebelah kanan. Jika
kamu tergoda untuk menyerah terhadap tujuan-tujuanmu. Tanyakan pertanyaan ini pada dirimu sendiri :
1. MENGAPA ?
Mengapa harus bersusah payah ? mengapa harus bekerja keras ?
Mengapa melakukan begitu banyak hal ? Mengapa memaksakan diri ? Mengapa Kamu terus
melakukannya ? Mengapa ?
Pertanyaan yang bagus.
2. MENGAPA TIDAK ?
Mengapa tidak menjadi diri Kamu seutuhnya ? Mengapa tidak
menguji kapasitas Kamu ? Mengapa tidak sukses ? Mengapa tidak menikmati
kelimpahan yang ditawarkan dunia.
Mengapa tidak ?
3. MENGAPA BUKAN DIRI KAMU ?
MENGAPA BUKAN DIRI KAMU yang menikmati hidup yang menyenangkan ?
Ribuan orang lainnya melakukan hal itu.
Mengapa bukan diri kamu yang melihat dunia dan mengunjungi tempat-tempat
eksotis ? Mengapa bukan diri kamu yang menikmati kebebasan dari kemandirian
finansial ? Mengapa bukan diri Kamu yang tinggal di rumah yang indah ? Mengapa
bukan diri Kamu, yang menjadi perbedaan dan menjadi katalis untuk menolong
menjalani hidup yang penuh integritas sementara yang lainnya gagal ? Mengapa
bukan diri Kamu, yang mencapai mimpi-mimpi Kamu ? Mengapa bukan Kamu ?
4. MENGAPA TIDAK SEKARANG ?
Mengapa
menunggu ? Mengapa menahan ? Mulailah proses itu sekarang dan terus
lakukan. Hari yang lalu tak bisa
diperbaiki lagi, tapi hari esok sudah siap dan menunggu Kamu untuk fokus dan
melakukannya. Tak ada waktu yang lebih
baik. Tak lama, tahun-tahun akan berlalu
dengan cepat dan kenangan-kenangan Kamu entah akan menyenangkan atau
menjengkelkan Kamu. Itu sebuah pilihan Kamu!
Empat pertanyaan ini menamparku dan mencoba
menghentak jantungku sangat. Pertanyaan ini benar adanya. Jika aku merasakan tamparan dan hentakan itu
berarti ada yang harus aku perbaiki dalam diri.
Kenapa aku menyerah sekarang sementara tujuanku masih jauh dari
pandangan. Aku tak boleh menyerah
disini. Seperti kata Ust. Yusuf Mansur,
Nikmati saja masa ini sebagai The Golden
Moment dalam hidupmu. Nikmati saja
moment emas ini sebagai bahan kamu belajar.
Semakin banyak belajar semakin banyak insiprasi, bukankah itu baik
untukmu..
Sungguh benar perkataanMu ya Rabb “Boleh jadi
kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi pula kamu
menyukai sesuatu, padahal ianya amat buruk bagimu. Allah mengetahui sedangkan kamu tidak
mengetahui.” (Al-Baqarah : 216).
Ini ceritaku, Mana ceritamu..
#30DWC hari ke 19
#30DWC hari ke 19






0 komentar:
Posting Komentar