Selasa, 23 Februari 2016

Goresan Penaku Tak berujung

Bismillahirahmanirahim..
Goresan penaku berlanjut kali ini.  Hari ini aku akan bercerita tentang sebuah rasa.  Rasa yang atas izin dan kuasaNya indah sepanjang waktu bila takarannya cukup.  Rasa yang dimiliki Maha Cinta kepada hambaNya yang tak terhingga besarnya.  Atas rasa yang dititipkan Maha Cinta kepada setiap makhluk hidup.  Rasa yang tak pernah diungkapkan tumbuhan kepada manusia dan sebaliknya. Tentang rasa yang tak pernah terdengar dari manusia kepada hewan begitupun sebaliknya, juga tentang rasa yang tak tampak yang diberikan manusia kepada manusia lain. Rasa ini abadi, tak pernah hilang dilekang waktu walau tak sempat diungkapkan, tak pernah terdengar, dan tak tampak ke permukaan dari pemiliknya. Namun ia dirasakan oleh setiap makhluk hidup.

C.I.N.T.A. Rasa ini bernama cinta.  Banyak versi tentang pengertian cinta, dari ahli bahasa sampai ahli ibadah.  Semua orang berbicara cinta dan punya versi tersendiri mengenai cinta.  Cinta adalah fitrah.  Cinta, menghangatkan bahkan membuat nyaman pemiliknya.  Cinta, tak bisa diungkapkan kata.  Cinta ibarat perhitungan angka satu yang dibagi angka nol, tak terhingga. Tak terdefinisi karna banyaknya definisi.  Cinta versiku ialah sebuah rasa kasih sayang yang mutlak dimiliki setiap orang di dunia. Rasa kasih yang dititipkan langsung dari Sang Maha Cinta.  Rasa ini memang tak bisa teraba oleh panca indra jika kita tak melihatnya lewat mata hati dan kejernihan akal.  Apapun tentang definisi cinta, yang terpenting kita memiliki dan merasakan cinta itu sendiri. 
Maka bersyukur dan berbahagialah.  Bersyukur dan berbahagialah sebab kita dapat memiliki dan merasakan kehangatan cinta.  Bersyukur dan berbahagialah karna dengan izin dan kuasaNya contoh tentang cinta bertebaran sepanjang permukaan bumi ini.  Memang benar perintahNya,  Ambillah pelajaran berharga tentang kehidupan dari Al-Qur’an dan alam sekitar.  Tugas kita hanya mau berusaha atau tidak.  Bahkan Sang Maha Cinta, Allah SWT memberi perintah langsung kepada kita yang secara tersirat perintah itu bentuk lain dari ungkapan cinta.  Sang Maha Cinta memberi perintah untuk merasakan kehangatan cinta serta mengambil makna kehidupan sepanjang hamparan bumiNya yang maha luas. 
Begitu nyata cinta yang diberikan Allah SWT terhadap ciptaanNya.  Cinta yang bersumber dari Maha Cinta terkandung rahmat yang dinikmati semua makhluk hidup.  Rahmat yang mengalir lembut nan deras yang langsung tertuju kepada kita, sebagai makhluk bumi.  Jikalau saja kita mengetahui begitu lengkap dan  rahmatNya, luluh lantahlah hati kita. 
Cinta itupun hadir diantara gerakan-gerakan solat.  Ya, solat.  Ibadah rutin yang setiap hari umat muslim melakukanya sebanyak lima kali.  Sebuah surat cinta dari Maha Cinta tentang Solat yang membuat siapapun akan menangis dibuatnya.. Hayati dan renungkanlah isi surat ini dan pahami bahwa ada cinta di setiap gerakan solat.

Bila engkau anggap sholat itu hanya penggugur kewajiban, maka kau akan terburu-buru mengerjakannya.
Bila kau anggap sholat hanya sebuah kewajiban, maka kau tak akan menikmati hadirnya Allah saat kau mengerjakannya. 
Anggaplah sholat itu pertemuan yang kau nanti dengan Tuhanmu.
Anggaplah sholat itu sebagai cara terbaik kau bercerita dengan Tuhanmu.
Anggaplah sholat itu sebagai kondisi terbaik untuk kau berkeluh kesah dengan Tuhanmu.
Anggaplah sholat itu sebagai seriusnya kamu dalam bermimpi
Bayangkanlah ketika ‘adzan berkumandang’, tangan Allah melambai ke depanmu untuk mengajak kau lebih dekat denganNya.
Bayangkan ketika kau ‘takbir’, Allah melihatmu, Allah senyum untukmu dan Allah bangga terhadapmu.
Bayangkanlah ketika ‘rukuk’, Allah menopang badanmu hingga kau tak terjatuh, hingga kau rasakan damai dalam sentuhanNya.
Bayangkanlah ketika ‘sujud’, Allah mengelus kepalamu lalu Dia berbisik lembut dikedua telingamu “Aku mencintaimu hambaKu”.
Bayangkanlah ketika kau “duduk diantara dua sujud”, Allah berdiri gagah didepanmu lalu mengatakan , “Aku tak akan diam bila ada yang mengusikmu”.
Bayangkanlah ketika kau “salam”, Allah menjawabnya, lalu kau seperti manusia berhati bersih setelah itu.     

Ungkapan cinta lain juga dapat dirasakan dalam dialog mesra antara Sang Pencipta dengan Hambanya berikut ini.
Allah   : “Hambaku, Bangunlah ! Lakukan solat malam sebelas rakaat !”
Hamba : “Illahi, aku lelah, tidak sanggup rasanya.”
Allah   : “Hambaku, lakukan dua rakaat saja dan satu rakaat witir saja !”
Hamba : “Illahi, aku lelah dan rasanya sulit bagiku untuk bangun di tengah malam.”
Allah   : “Hambaku, lakukan salat witir saja !”
Hamba : “Illahi, hari ini capek sekali, apa tidak ada cara lain ?”
Allah   : “Hambaku, ambillah wudhu sebelum tidur lalu menatap ke langit katakan Ya Allah.”
Hamba : “Illahi, aku sudah mengantuk nanti jika terbangun ngantuknya hilang.”
Allah   : “Hambaku, tayammum saja di tempat tidurmu dan katakan Ya Allah.”
Hamba : “Illahi, udara malam begitu dingin sekali, aku tak sanggup mengeluarkan tanganku dari dalam selimut.
Allah   : “Hambaku, kalau begitu sebut aja dalam hati ya Allah dan akan Kami hitung itu sebagai Shalat malam.”

Sampai disini si hamba tak peduli karna sudah tertidur pulas.

Allah   : “Lihatlah wahai malaikatKu, bagaimana telah aku mudahkan semua baginya, akan tetapi dia pergi dariku dan tidur tanpa meninggalkan apapun.

Bila datang waktu Subuh bangunkan dia agar bermunajat kepadaku, karna aku merindukan suaranya.

Malaikat       : “Illahi, apa Engkau tidak ingin marah padanya ?”
Allah          : “Hambaku tidak memiliki siapapun selain aku, semoga suatu saat dia bertobat.”

“Ketika engkau shalat aku menyimak dan memandangmu, seakan aku tidak memiliki hamba selainmu...
Namun engkau lalai seakan memilliki ratusan Tuhan..”

Betapa Penyayangnya Engkau Ya Rob,
Betapa Cintanya Engkau Ya rahim,
Betapa Pengampunnya Engkau Ya Allah,
Betapa Agungnya Engkau Ya Illahi,

Ampuni kami hambaMu yang lemah ini.

Goresan Penaku Tak berujung Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Laras Cantik

0 komentar:

Posting Komentar

 

ABOUT US

PAGEVIEWS