Bismillahirahmanirahim..
Goresan
penaku berlanjut kali ini. Hari ini aku
akan bercerita tentang sebuah rasa. Rasa
yang atas izin dan kuasaNya indah sepanjang waktu bila takarannya cukup. Rasa yang dimiliki Maha Cinta kepada hambaNya
yang tak terhingga besarnya. Atas rasa
yang dititipkan Maha Cinta kepada setiap makhluk hidup. Rasa yang tak pernah diungkapkan tumbuhan
kepada manusia dan sebaliknya. Tentang rasa yang tak pernah terdengar dari
manusia kepada hewan begitupun sebaliknya, juga tentang rasa yang tak tampak
yang diberikan manusia kepada manusia lain. Rasa ini abadi, tak pernah hilang
dilekang waktu walau tak sempat diungkapkan, tak pernah terdengar, dan tak
tampak ke permukaan dari pemiliknya. Namun ia dirasakan oleh setiap makhluk
hidup.
C.I.N.T.A.
Rasa ini bernama cinta. Banyak versi
tentang pengertian cinta, dari ahli bahasa sampai ahli ibadah. Semua orang berbicara cinta dan punya versi
tersendiri mengenai cinta. Cinta adalah
fitrah. Cinta, menghangatkan bahkan
membuat nyaman pemiliknya. Cinta, tak
bisa diungkapkan kata. Cinta ibarat perhitungan
angka satu yang dibagi angka nol, tak terhingga. Tak terdefinisi karna
banyaknya definisi. Cinta versiku ialah
sebuah rasa kasih sayang yang mutlak dimiliki setiap orang di dunia. Rasa kasih
yang dititipkan langsung dari Sang Maha Cinta.
Rasa ini memang tak bisa teraba oleh panca indra jika kita tak
melihatnya lewat mata hati dan kejernihan akal.
Apapun tentang definisi cinta, yang terpenting kita memiliki dan
merasakan cinta itu sendiri.
Maka
bersyukur dan berbahagialah. Bersyukur
dan berbahagialah sebab kita dapat memiliki dan merasakan kehangatan
cinta. Bersyukur dan berbahagialah karna
dengan izin dan kuasaNya contoh tentang cinta bertebaran sepanjang permukaan
bumi ini. Memang benar perintahNya, Ambillah pelajaran berharga tentang kehidupan
dari Al-Qur’an dan alam sekitar. Tugas
kita hanya mau berusaha atau tidak. Bahkan
Sang Maha Cinta, Allah SWT memberi perintah langsung kepada kita yang secara
tersirat perintah itu bentuk lain dari ungkapan cinta. Sang Maha Cinta memberi perintah untuk merasakan
kehangatan cinta serta mengambil makna kehidupan sepanjang hamparan bumiNya
yang maha luas.
Begitu
nyata cinta yang diberikan Allah SWT terhadap ciptaanNya. Cinta yang bersumber dari Maha Cinta
terkandung rahmat yang dinikmati semua makhluk hidup. Rahmat yang mengalir lembut nan deras yang
langsung tertuju kepada kita, sebagai makhluk bumi. Jikalau saja kita mengetahui begitu lengkap
dan rahmatNya, luluh lantahlah hati
kita.
Cinta
itupun hadir diantara gerakan-gerakan solat.
Ya, solat. Ibadah rutin yang
setiap hari umat muslim melakukanya sebanyak lima kali. Sebuah surat cinta dari Maha Cinta tentang
Solat yang membuat siapapun akan menangis dibuatnya.. Hayati dan renungkanlah isi
surat ini dan pahami bahwa ada cinta di setiap gerakan solat.
Bila
engkau anggap sholat itu hanya penggugur kewajiban, maka kau akan terburu-buru
mengerjakannya.
Bila
kau anggap sholat hanya sebuah kewajiban, maka kau tak akan menikmati hadirnya
Allah saat kau mengerjakannya.
Anggaplah
sholat itu pertemuan yang kau nanti dengan Tuhanmu.
Anggaplah
sholat itu sebagai cara terbaik kau bercerita dengan Tuhanmu.
Anggaplah
sholat itu sebagai kondisi terbaik untuk kau berkeluh kesah dengan Tuhanmu.
Anggaplah
sholat itu sebagai seriusnya kamu dalam bermimpi
Bayangkanlah
ketika ‘adzan berkumandang’, tangan Allah melambai ke depanmu untuk mengajak
kau lebih dekat denganNya.
Bayangkan
ketika kau ‘takbir’, Allah melihatmu, Allah senyum untukmu dan Allah bangga terhadapmu.
Bayangkanlah
ketika ‘rukuk’, Allah menopang badanmu hingga kau tak terjatuh, hingga kau
rasakan damai dalam sentuhanNya.
Bayangkanlah
ketika ‘sujud’, Allah mengelus kepalamu lalu Dia berbisik lembut dikedua
telingamu “Aku mencintaimu hambaKu”.
Bayangkanlah
ketika kau “duduk diantara dua sujud”, Allah berdiri gagah didepanmu lalu
mengatakan , “Aku tak akan diam bila ada yang mengusikmu”.
Bayangkanlah
ketika kau “salam”, Allah menjawabnya, lalu kau seperti manusia berhati bersih
setelah itu.
Ungkapan
cinta lain juga dapat dirasakan dalam dialog mesra antara Sang Pencipta dengan
Hambanya berikut ini.
Allah : “Hambaku, Bangunlah ! Lakukan solat malam
sebelas rakaat !”
Hamba : “Illahi, aku lelah, tidak sanggup rasanya.”
Allah : “Hambaku, lakukan dua rakaat saja dan satu
rakaat witir saja !”
Hamba : “Illahi, aku lelah dan rasanya sulit bagiku
untuk bangun di tengah malam.”
Allah : “Hambaku, lakukan salat witir saja !”
Hamba : “Illahi, hari ini capek sekali, apa tidak ada
cara lain ?”
Allah : “Hambaku, ambillah wudhu sebelum tidur lalu
menatap ke langit katakan Ya Allah.”
Hamba : “Illahi, aku sudah mengantuk nanti jika
terbangun ngantuknya hilang.”
Allah : “Hambaku, tayammum saja di tempat tidurmu
dan katakan Ya Allah.”
Hamba : “Illahi, udara malam begitu dingin sekali,
aku tak sanggup mengeluarkan tanganku dari dalam selimut.
Allah : “Hambaku, kalau begitu sebut aja dalam hati
ya Allah dan akan Kami hitung itu sebagai Shalat malam.”
Sampai disini
si hamba tak peduli karna sudah tertidur pulas.
Allah : “Lihatlah wahai malaikatKu, bagaimana telah
aku mudahkan semua baginya, akan tetapi dia pergi dariku dan tidur tanpa
meninggalkan apapun.
Bila datang
waktu Subuh bangunkan dia agar bermunajat kepadaku, karna aku merindukan
suaranya.
Malaikat : “Illahi, apa Engkau tidak ingin marah
padanya ?”
Allah : “Hambaku tidak memiliki siapapun
selain aku, semoga suatu saat dia bertobat.”
“Ketika
engkau shalat aku menyimak dan memandangmu, seakan aku tidak memiliki hamba
selainmu...
Namun engkau
lalai seakan memilliki ratusan Tuhan..”
Betapa
Penyayangnya Engkau Ya Rob,
Betapa
Cintanya Engkau Ya rahim,
Betapa
Pengampunnya Engkau Ya Allah,
Betapa
Agungnya Engkau Ya Illahi,
Ampuni kami
hambaMu yang lemah ini.






0 komentar:
Posting Komentar