AKU DAN SEPEDA
Aku
menikmati sekali wisata malam kemarin, terlebih sambil menggoes sepeda. Kehidupanku di Pare hampir bergantung pada
sepeda. Pergi ke tempat kursus pakai
sepeda, Pergi ke warung nasi pakai sepeda, pergi berkeliling dengan
sepeda. Setiap kegiatan hampir tak
ketinggalan sepeda menemani kecuali saat aku tidur. Bisa dibilang sepeda, kini menjadi
kesayanganku. Aku suka sekali menggoes sepeda.
Dari dulu hingga kini, selalu bermimpi untuk bisa beraktifitas
menggunakan sepeda. Baik itu pergi
sekolah atau pergi ke tempat kerja.
Alhamdulillah, sekarang aku bisa mewujudkannya pergi menuntut ilmu
mengunakan sepeda sebagai alat transportasinya.
Aku suka sekali menggoes sepeda.
Bisa dibilang aku nomer satu dalam urusan goes menggoes sepeda. Dibandingkan oka, anis, rahma, aku yang
tercepat.
Sepeda ialah alat transportasi yang masih menjadi
pilihan semua kaum. Baik itu kaum urban
atau kaum pedesaan. Semua nyaman
berkendara dengan sepeda. Kini sepeda
bukan hanya sebagai alat berpergian saja tapi juga sebagai alat pemersatu
umat. Contohnya pada komunitas Bike to
Work. Mereka disatukan oleh sepeda. Bersepeda menjadi solusi bagi mereka yang
dikepung kemacetan dan mereka yang sedang terburu-buru mengejar meeting. Namun, bukan hanya itu saja manfaat yang kamu peroleh dari
bersepeda. Tanpa kamu sadari bersepeda mengajarkan kepadamu beberapa pelajaran
hidup berharga. Kamu tak pernah menyangka kan ?Dalam perjalanan ketika bersepeda, kita sering
menemukan keadaan jalan yang bervariasi.
Mulai dari jalan mulus bebas hambatan sampai jalan berbatu. Begitu juga dengan hidup. Perjalanan saat
bersepeda ibarat perjalanan kita dalam mengarungi kehidupan ini. Kita perlu
ingat “Banyak jalan
menuju roma”, begitu
banyak jalan menuju tujuan akhir, termasuk jalan yang salah, berbelok-belok,
dan memusingkan. Tapi melewati jalan ini bukanlah hal yang buruk. Perjalanannya sedikit lebih panjang memang
dan mungkin ini menyebalkan. Tapi, hei
!! Bukankah pemandangan baru, jalur baru dan pengalaman baru setidaknya kamu
dapatkan. Jadi berbahagialah..
Bersepedapun penuh dengan rintangan dan tantangan
yang menghadang perjalanan kita mencapai tujuan. Bersiap siaga adalah pilihannya ketika kita
berada dalam jalan tersebut. Pastikan
bahwa rem sepedamu berfungsi dengan baik.Teruslah berjalan tanpa pernah lelah walau banyak
yang menghambat. Berhentilah sejenak jika dirasa itu perlu. Ini hal yang wajar, tak masalah beristirahat.
Beristirahatlah sambil mengumpulkan kekuatan untuk melanjutkan perjalanan.
Mengevaluasi perjalanan sebelumnya juga hal yang wajib kita lakukan saat
beristirahat. Sudah seberapa jauh kita
bersepeda dan apa saja yang kita dapatkan pada titik ini. Dan saat kita sudah sampai pada tujuan akhir,
berbaliklah untuk mengengok perjalanan yang sudah kamu lewati untuk sampai
diakhir. Perjalanan yang tentunya begitu
panjang dan melelahkan tetapi atas kuasaNya kamu bisa melewatinya. Bersyukurlah untuk ini. Bersyukur untuk
setiap langkah yang telah kau lalui. Dan
pada akhirnya, tugas kita, menjadi manusia yang menyelesaikan perjalanannya
sampai di garis Finish.
#30DWC Hari ke 10
Sepeda ialah alat transportasi yang masih menjadi pilihan semua kaum. Baik itu kaum urban atau kaum pedesaan. Semua nyaman berkendara dengan sepeda. Kini sepeda bukan hanya sebagai alat berpergian saja tapi juga sebagai alat pemersatu umat. Contohnya pada komunitas Bike to Work. Mereka disatukan oleh sepeda. Bersepeda menjadi solusi bagi mereka yang dikepung kemacetan dan mereka yang sedang terburu-buru mengejar meeting. Namun, bukan hanya itu saja manfaat yang kamu peroleh dari bersepeda. Tanpa kamu sadari bersepeda mengajarkan kepadamu beberapa pelajaran hidup berharga. Kamu tak pernah menyangka kan ?Dalam perjalanan ketika bersepeda, kita sering menemukan keadaan jalan yang bervariasi. Mulai dari jalan mulus bebas hambatan sampai jalan berbatu. Begitu juga dengan hidup. Perjalanan saat bersepeda ibarat perjalanan kita dalam mengarungi kehidupan ini. Kita perlu ingat “Banyak jalan menuju roma”, begitu banyak jalan menuju tujuan akhir, termasuk jalan yang salah, berbelok-belok, dan memusingkan. Tapi melewati jalan ini bukanlah hal yang buruk. Perjalanannya sedikit lebih panjang memang dan mungkin ini menyebalkan. Tapi, hei !! Bukankah pemandangan baru, jalur baru dan pengalaman baru setidaknya kamu dapatkan. Jadi berbahagialah..
#30DWC Hari ke 10





0 komentar:
Posting Komentar