Bismilahirahmanirahim...
Sebenarnya
hal-hal yang membuat bahagia begitu sederhana.
Sangat sederhana malah. Sesederhana kau tersenyum kepada orang lain lalu
kamu mendapat senyum balik dari orang yang kau beri senyuman itu. Hemmmm
membuat hati senang dan semangat untuk menjalani hari.
Dalam buku
Dale Canegie, sebuah senyuman tidak memerlukan biaya. Senyuman memperkaya mereka yang menerimanya
tanpa membuat orang yang memberikannya menjadi lebih miskin. Senyuman hanya membutuhkan waktu sekejap
tetapi memori yang ditinggalkannya bertahan selamanya. Tidak ada orang yang begitu kaya dan berkuasa
yang tidak bisa ditemaninya dan tidak ada orang yang begitu miskin yang tidak
bisa dibuatnya menjadi kaya. Namun,
sebuah senyuman tidak dapat dibeli, didapatkan dengan mengemis, dipinjam atau
dicuri karena senyuman tidak memiliki harga sampai seseorang
memberikannya.
Jelaslah
penjelasan tentang senyuman itu. Entah
offline maupun online, jika anda tersenyum dunia tersenyum kepada anda. Inilah mengapa saat kita memberi senyuman
yang paling ikhlas kepada orang lain kita akan mendapat follow up balik berupa senyuman.
Dan saat kita banyak memberi senyuman kepada banyak orang bayangkan
berapa banyak orang yang balik memberi kepada kita seolah-olah seluruh dunia
balik memberi senyuman kepada kita.
Hari ini sungguh luar biasa, dibuat senang
berkali-kali olehMu.. Terima kasih atas cinta kasihnya yang nyata terlihat
jelas oleh pandangan baik mata maupun hati.
Mulai dari bangun pagi, rasa syukur bisa menghirup udara pagi menyergap
dalam dada. Rasa syukur bisa kembali
bangun dari kematian sesaat yang dilakukan oleh Allah. Rasa syukur karna memiliki optimisme tetang
kemenangan diri atas hari ini, optimisme bahwa hari ini pasti lebih indah daripada
hari kemarin, dan optimisme menjadi pembelajar yang semangat menyerap ilmu apapun yang positif. Bukankah itu luar biasa ? Perjalanan menuju kampuspun tak kalah luar
biasanya. Di perjalanan itu, aku melihat
anak-anak SD begitu bersemangat untuk menuntut ilmu. Mereka saling melempar
senyum dan canda tawa. Riang sekali
tanpa beban. Ada juga anak PAUD yang
baru saja selesai lomba mewarnai, dari wajahnya terlihat senang dapat mewarnai
dan bisa langsung pulang untuk memperlihatkan hasil gambarannya kepada orangtua
mereka. Senyumpun kembali terpancar di
balik wajah polos mereka. Aku yang
melihatnya terbawa menjadi tersenyum dan bangga. Kenapa bangga ? Karna negeri ini punya
harapan. Negeri ini sedang berproses
menjadi INDONESIA yang unggul, Indonesia yang lebih baik di kemudian hari. Ada begitu banyak anak bangsa yang sedang
belajar untuk memajukan Indonesia.
Semangat belajar mereka terpancar dari senyuman merekah nan tulus dari
dalam hati. Aku, kamu dan jutaan anak
bangsa lain sedang berproses untuk Indonesia yang lebih baik.
Jadi,
tersenyumlah untuk harimu. Tersenyumlah
agar dunia tahu begitu semangatnya kamu dalam belajar. Biarkan dunia tahu bahwa begitu indahnya
senyumanmu. Berikan pada dunia senyuman
terbaikmu. Beberapa orang mungkin terlalu
lelah untuk memberikan senyuman kepadamu.
Tersenyumlah kepada mereka karena tidak ada yang lebih membutuhkan
senyuman dibandingkan mereka yang memiliki senyuman lagi untuk diberi. Tersenyumlah kawan karna “Senyuman, Ia
meningkatkan nilai wajahmu”.






0 komentar:
Posting Komentar