Kamis kemarin, aku pergi ke Jakarta. Tujuan pertama ialah memenuhi tes rekruitment
di PT DIPA HealthCare. Kedua sekaligus mengurangi
tingkat kebosanan berada di rumah. Aku
memilih tes di jam 9.30 karna berpikir nanti pasti dapat kereta yang sepi
penumpang. Malang rasanya, kamis pagi
aku dapat kabar dari teman bahwa kereta comutterline tujuan tanah abang
anjlok. Alhasil, harus memutar otak
mencari jalan selain lewat tanah abang.
Setelah bertanya ke beberapa orang, akhirnya memutuskan turun di Stasiun
Cikini dan melanjutkan menggunakan metromini dan angkot untuk sampai daerah
kemayoran lama. Salah satu teman
menyarankan untuk pakai jasa Gojek.
Lebih efisien dan praktis ketimbang naik angkutan umum. Aku terima saran itu mengingat aku yang buta
akan jalanan ibukota.
Untuk orang di daerah Jakarta dan
sekitarnya mungkin sudah tak asing dengan Gojek. Kini, beberapa orang
menempatkan gojek pada pilihan pertama untuk kebutuhan transportasi di Jakarta.
Ya, kini gojek sudah berada di hati
warga Jakarta. Keefisienan dan
kepraktisannya membuat bisnis layanan jasa transportasi
berbasis teknologi ini meningkat setiap tahunnya. Kita hanya perlu mengunduh aplikasi Gojek
kemudian mulai mengoperasikannya. Ongkos Gojek sudah tertera di layar
smartphone kita sehingga dengan mudah bisa melihat berapa ongkos yang harus
dikeluarkan untuk pergi ke tempat tujuan.
Saat perjalanan menuju Stasiun Cikini, aku
dan temanku yang lain sibuk membooking Gojek
driver. Maklum ini yang pertama buat kami berdua jadi
cukup memakan waktu yang lama. Akhirnya
kami dapat dua driver gojek dan siap
mengantar kami ke tempat tujuan.
Harganya bisa dibilang cukup murah 12.000 untuk jarak dari Stasiun
Cikini sampai Kemayoran lama. Setengah jam
kami tempuh menuju perusahaan. Driver
gojeknya ramah dan bersahabat, cukuplah untuk
menikmati perjalanan. Akhirnya kami
mendarat dengan lemah gemulai di tempat tujuan.
Walau telat lebih dari 30 menit
tapi untungnya kami bisa mengikuti tes.
Pulangnya, kami tak punya pilihan selain dengan gojek. Segera kami memesan gojek lalu tak beberapa
lama mereka datang. Rupanya mereka
cukup tanggap jika ada orderan. Pikirku,
ini nilai lebih lagi bagi Gojek.
Aku yang hidup di Bogor,
belum begitu membutuhkan aplikasi ini.
Terlebih kemacetan Bogor belum separah Jakarta. Macetnya Bogor cuman satu penyebab :
Pengendara yang tidak disiplin. Apapun
itu mau motor, mobil, dan angkot.
Semuanya sama. Sama-sama suka
melanggar. Lambat laun, Macetnya Jakarta
akan menular ke Bogor kalau tidak dibarengi aturan pemerintah tentang penertiban
dan pembatasan penggunaan kendaraan.
Pertama kali merasakan jasa Gojek di Jakarta sungguh
hal yang baru dan luar biasa. Tentu
bukan motor ataupun driver yang menjadi luar biasa. Ini karna bentuk pelayanan atau service
langsung terhadap pelanggan. Mereka siap
sedia dan langsung tanggap jika ada pesanan.
Buktinya saat kami memesan Gojek untuk satu orang, tak berapa lama
driver gojek menelepon kami. Mereka
tanya posisi kami dimana dan berapa lama untuk sampai tempat bertemu. Ini yang menjadi nilai lebih dariku. Mereka terlihat memprioritaskan
pelanggannya. Bagiku mereka sudah mahir
dalam sistem “Jemput Bola”. Sistem yang common sense tapi sulit diterapkan kalau
tidak ada komitmen dari internal.
Belajar dari Gojek yang menerapkan sistem “Jemput Bola”. Kenapa tidak diterapkan pada kehidupan
sehari-hari. Pertama kita mulai dari
mengubah kata “cari” menjadi “jemput”.
Sesuatu yang dicari belum tentu ada dan milik kita tetapi sesuatu yang
kita jemput sudah pasti ada dan kita punya hak untuk memiliki seutuhnya. Itu sama halnya dengan kata ”Finding” dan “Discover”. Jika kita
mneggunakan kata “Finding” berarti
sesuatu itu berada diluar kita. Beda
halnya bila “Discover”, sesuatu itu
sudah pasti berada di dalam kita, tugas kita hanyalah menemukan dan
membentuknya. Sesuatu yang sudah ada di
dalam diri setiap orang ialah passion. Betapa bahagianya orang yang hidup dengan passion.
Dan alangkah beruntungnya orang yang sudah menemukan passion dan setiap waktu melatihnya
sampai menjadikan ia expert. Kamu tak
perlu sibuk mencari passionu diluar
karna ia tepat berada di dalam dirimu.
Jemput passionmu dan hiduplah
dalam hidupmu. Kamu layak hidup dengan passionmu.. So, jemput bola jemput passionmu sekarang juga.
#30DWC Hari ke 25





0 komentar:
Posting Komentar