Selasa, 15 Maret 2016

MENJEMPUT BOLA

Kamis kemarin, aku pergi ke Jakarta.  Tujuan pertama ialah memenuhi tes rekruitment di PT DIPA HealthCare.  Kedua sekaligus mengurangi tingkat kebosanan berada di rumah.  Aku memilih tes di jam 9.30 karna berpikir nanti pasti dapat kereta yang sepi penumpang.  Malang rasanya, kamis pagi aku dapat kabar dari teman bahwa kereta comutterline tujuan tanah abang anjlok.  Alhasil, harus memutar otak mencari jalan selain lewat tanah abang.  Setelah bertanya ke beberapa orang, akhirnya memutuskan turun di Stasiun Cikini dan melanjutkan menggunakan metromini dan angkot untuk sampai daerah kemayoran lama.  Salah satu teman menyarankan untuk pakai jasa Gojek.  Lebih efisien dan praktis ketimbang naik angkutan umum.  Aku terima saran itu mengingat aku yang buta akan jalanan ibukota.
Untuk orang di daerah Jakarta dan sekitarnya mungkin sudah tak asing dengan Gojek. Kini, beberapa orang menempatkan gojek pada pilihan pertama untuk kebutuhan transportasi di Jakarta.  Ya, kini gojek sudah berada di hati warga Jakarta.  Keefisienan dan kepraktisannya membuat bisnis layanan jasa transportasi berbasis teknologi ini meningkat setiap tahunnya.  Kita hanya perlu mengunduh aplikasi Gojek kemudian mulai mengoperasikannya. Ongkos Gojek sudah tertera di layar smartphone kita sehingga dengan mudah bisa melihat berapa ongkos yang harus dikeluarkan untuk pergi ke tempat tujuan.
Saat perjalanan menuju Stasiun Cikini, aku dan temanku yang lain sibuk membooking Gojek driver.  Maklum ini yang pertama buat kami berdua jadi cukup memakan waktu yang lama.  Akhirnya kami dapat dua driver gojek dan siap mengantar kami ke tempat tujuan.  Harganya bisa dibilang cukup murah 12.000 untuk jarak dari Stasiun Cikini sampai Kemayoran lama.  Setengah jam kami tempuh menuju perusahaan.  Driver gojeknya  ramah dan bersahabat, cukuplah untuk menikmati perjalanan.  Akhirnya kami mendarat dengan lemah gemulai di tempat tujuan.  Walau telat lebih dari 30 menit  tapi untungnya kami bisa mengikuti tes.  Pulangnya, kami tak punya pilihan selain dengan gojek.  Segera kami memesan gojek lalu tak beberapa lama mereka datang.   Rupanya mereka cukup tanggap jika ada orderan.  Pikirku, ini nilai lebih lagi bagi Gojek.
Aku yang hidup di Bogor, belum begitu membutuhkan aplikasi ini.  Terlebih kemacetan Bogor belum separah Jakarta.  Macetnya Bogor cuman satu penyebab : Pengendara yang tidak disiplin.  Apapun itu mau motor, mobil, dan angkot.  Semuanya sama.  Sama-sama suka melanggar.  Lambat laun, Macetnya Jakarta akan menular ke Bogor kalau tidak dibarengi aturan pemerintah tentang penertiban dan pembatasan penggunaan kendaraan.

Pertama kali merasakan jasa Gojek di Jakarta sungguh hal yang baru dan luar biasa.  Tentu bukan motor ataupun driver yang menjadi luar biasa.  Ini karna bentuk pelayanan atau service langsung terhadap pelanggan.  Mereka siap sedia dan langsung tanggap jika ada pesanan.  Buktinya saat kami memesan Gojek untuk satu orang, tak berapa lama driver gojek menelepon kami.  Mereka tanya posisi kami dimana dan berapa lama untuk sampai tempat bertemu.  Ini yang menjadi nilai lebih dariku.  Mereka terlihat memprioritaskan pelanggannya.  Bagiku mereka sudah mahir dalam sistem “Jemput Bola”.  Sistem yang common sense tapi sulit diterapkan kalau tidak ada komitmen dari internal.  Belajar dari Gojek yang menerapkan sistem “Jemput Bola”.  Kenapa tidak diterapkan pada kehidupan sehari-hari.  Pertama kita mulai dari mengubah kata “cari” menjadi “jemput”.  Sesuatu yang dicari belum tentu ada dan milik kita tetapi sesuatu yang kita jemput sudah pasti ada dan kita punya hak untuk memiliki seutuhnya.  Itu sama halnya dengan kata ”Finding” dan “Discover”.  Jika kita mneggunakan kata “Finding” berarti sesuatu itu berada diluar kita.  Beda halnya bila “Discover”, sesuatu itu sudah pasti berada di dalam kita, tugas kita hanyalah menemukan dan membentuknya.  Sesuatu yang sudah ada di dalam diri setiap orang ialah passion.  Betapa bahagianya orang yang hidup dengan passion.  Dan alangkah beruntungnya orang yang sudah menemukan passion dan setiap waktu melatihnya sampai menjadikan ia expert.  Kamu tak perlu sibuk mencari passionu diluar karna ia tepat berada di dalam dirimu.  Jemput passionmu dan hiduplah dalam hidupmu.  Kamu layak hidup dengan passionmu.. So, jemput bola jemput passionmu sekarang juga.

#30DWC Hari ke 25

MENJEMPUT BOLA Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Laras Cantik

0 komentar:

Posting Komentar

 

ABOUT US

PAGEVIEWS