Selasa, 15 Maret 2016

BELAJAR DARI UST. YUSUF MANSUR

Bismillahirahmanirahim..
Yusuf Mansur, Masyarakat Indonesia sering menambahkan gelar islami dedepan nama beliau.  Kyai Haji Yusuf Mansur yang memiliki pesantren tersebar di seluruh Indonesia.  Memang pemberian nama tersebut murni diberikan masyarakat Indonesia melihat dari acara islami yang mengundang beliau sebagai pembicara.  Dalam banyak acara sering beliau ceramah tentang islam dan pemeluknya dalam lingkup sehari-hari.  Pembawaannya yang sederhana, apa adanya, dan fleksibel membuat pengikutnya tidak hanya berasal dari kalangan bawah tapi juga berasal dari kalangan atas semisal pembisnis dan konglomerat.  Keahliannya dalam menyajikan materi yang bisa dibilang simpel dan menjadi masalah kecil umat, beliau bawakan dengan penuh makna dan memberi solusi yang bisa diikuti siapapun.  Keahlian penetrasi dalam penyampaian materi membuat pengikutnya bukan sekedar dari golongan tua tapi juga ada dari golongan muda. 
Banyak juga materi beliau terkait dengan bisnis, ini tak heran karna sebelum menjadi penceramah, beliau sudah terlebih dahulu berkecimpung dalam dunia bisnis.  Beliau menjadi seorang pengusaha sukses hingga sekarang yang menerapkan prinsip “Allah dulu, Allah lagi, Allah terus”.  Dalam setiap kegiatan sehari-hari ia selalu menerapkan prinsip ini.  Bagiku, ia bukan sekedar seorang pengusaha ataupun seorang ‘ustadz’ tetapi lebih dari itu.  Bagiku, ia seorang panutan yang inshaAllah menjadi teladan.
Perkenalanku dengan beliau saat beliau masih mengisi acara stasiun televisi yang bernama ‘wisata hati’.  Perkenalanku dengan beliau memang bukan pertemuan fisik tapi lewat perantara media .  Walaupun begitu, tak membuat pandangan-pandangannya tentang islam yang aku terima menjadi kurang sempurna.  Mungkin lewat yusuf mansur, perantara hidayah itu mengalir.  Tak henti-hentinya bibir ini mengucap syukur atas kesempatan belajar dari seorang ahli.  Dulu sebelum pertemuanku dengan beliau, mungkin aku sempat tak mengenal agamaku, tak merasakan betapa agama ini indah, tak paham tentang alasan dibalik sebuah kejadian, tak tahu akan tujuanku hidup, buta akan kasih sayang sekitarku, dan gagal dalam menikmati indahnya hari demi hari  tetapi dengan kasih dan cintaNya, Ia tunjukkan jalan hidayah itu lewat beliau. 
Kala itu, pertengahan 2012 aku masih berada di masa SMA.  Saat itu sudah menjelang akhir perjalananku di SMA dan melanjutkan kembali perjalanan pada perguruan tinggi.  Aku mendapat tiket undangan masuk lewat jalur PMDK.  Aku mencoba jurusan Farmasi di UGM dan UnPad.  Ternyata memang Allah tak memberi jalan kesana.  Akhirnya aku mengikuti banyak seleksi ujian masuk PTN mulai dari gabungan dan mandiri.  Dari banyak seleksi tak satupun lolos.  Kecewa ? Pasti. Putus asa ? Hampir.
Dari yusuf mansur, aku belajar tentang arti menerima sebuah ketentuan dariNya.  Menerima alur dari setiap skenarioNya.  Mengerti akan maksud lain dari Allah, sang Perancang Hidup Paling Sempurna.  Ia bukan hanya menginginkanku untuk belajar ilmu dunia tapi juga menginginkanku belajar tentang kehidupan.  Sedikit demi sedikit aku menerima akan ketentuanNya.  Kini, aku belajar bagaimana menikmati dan mencoba menari saat hujan deras disertai petir silih berganti dalam hidupku.  Aku mencoba menikmati hari demi hari yang aku miliki.  Apapun itu, baik atau buruk aku mencoba untuk mensyukuri dan mengikhlaskan segala yang terjadi dalam hidupku.
Maka cukuplah perkataan dari seorang Umar ibn ’Abdul Aziz penambah pemahamanku akan ketentuanNya ini “Barang siapa memperbagus hal-hal tersembunyi, niscaya Allah jelitakan apa yang nampak dari dirinya.  Barangsiapa memperbaiki hubungannya dengan Allah, niscaya Allah baikan hubungannya dengan sesama.  Barang siapa disibukkan oleh urusan agamanya, maka Allah yang akan mencukupinya dalam perkara dunia.
 Lewat beliau aku belajar islam sedikit demi sedikit.  Lewat beliau aku diperkenalkan pada islam yang membawa Rahmat juga islam yang indah.  Agama terlengkap yang mengatur sendi-sendi kehidupan pemeluknya dengan sangat sempurna.  Semakin aku mengenal islam lebih, semakin aku bersyukur karna terlahir dari keluarga muslim.  Namun perjalananku belum selesai disini, aku sadar jalan ini masih membentang harus dilalui.
Lewat beliau juga, aku belajar tentang ilmu jadi pengusaha yang punya prinsip Allah dulu, Allah lagi, Allah terus.  Tentu kita tahu bahwa perjalanan menjadi pengusaha muslim harus dibarengi perbaikan ketakwaan kepada Allah.  Segala aspek dalam kehidupan kita harus senantiasa diperbaiki dengan satu tujuan pada kata “ridho”.  Semoga Allah meridhoi semua urusan kita di dunia ini.
Sekarang aku masih belajar dengan beliau lewat bisnis barunya Paytren.  Paytren merupakan mimpi besar Ust. Yusuf Mansur.  Bagaimana kita menang di Negeri sendiri.  Bagaimana kita yang menguasai kerajaan bisnis di negeri sendiri bukan pihak asing.  Serta bagaimana kita dapat menikmati sumber daya alam yang telah Allah anugerahkan bagi negri ini.  Lewat Paytren-lah mimpi itu dimulai.  Dan mimpi beliau juga mimpiku, mimpi untuk Indonesia menjadi lebih baik dikemudian hari.

TO BE CONTINUE..

#30DWC Hari ke 26

BELAJAR DARI UST. YUSUF MANSUR Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Laras Cantik

0 komentar:

Posting Komentar

 

ABOUT US

PAGEVIEWS