Aku sama seperti yang lain. Aku memiliki hobi bermacam-macam. Salah satunya membaca. Kata orangtuaku walaupun tak diucap didepanku, aku ini gila baca. Hampir sepanjang hari dihabiskan untuk membaca. Membaca apa saja. Kebiasaan membaca ini ditanamkan saat aku kecil. Ibuku yang menanamkannya. Beliau selalu bilang, Buku sebagai jendela dunia. Saat kamu membaca kamu akan mengetahui dunia dan tak dibodohi oleh siapapun. Atas perkataan yang terus menerus diulang oleh beliau, aku jadi menikmati ‘membaca’. Rasanya ketika satu buku selesai dibaca, aku ketagihan untuk membaca buku yang lain. Begitu seterusnya hingga koleksi bukuku bertambah. Tak hanya koleksi buku yang bertambah tapi juga daftar buku yang wajib dibeli dan dibaca.
Membaca dan menulis bagai dua bagian dari satu koin mata uang yang tak bisa dipisahkan dan pasti berhubungan. Timbullah rasa ingin menulis. Awalnya aku tak suka menullis, aku hanya ingin baca, baca dan baca. Namun, semuanya berubah saat aku tak sengaja membaca dua kalimat dahsyat dari seorang bijak. Pertama “orang yang rajin membaca pasti dia rajin juga menulis”, Aku semakin tertantang untuk menulis. Dan merasa terpanggil untuk menulis saat tutorku Ka Arry Rahmawan dan Ka Rezky Firmansyah berkata “Dengan membaca kita mengenal dunia tetapi dengan menulis kita dikenal dunia”. Mulailah dengan menghasilkan suatu karya tulisan supaya dunia mengenal kamu. Begitu kira-kira yang mereka katakan. Hatiku merasa terpanggil. Aku ingin dunia mengenal siapa aku dan apa karyaku untuk dunia ini.
Kini, menulis menjadi sebuah hobi baru yang aku sukai. Aku suka menulis beberapa bulan belakangan ini. Kala teman-temanku sibuk mengerjakan tugas akhir dan melamar pekerjaan. Aku sibuk dengan tulisanku. Aku sibuk dengan dunia asyik yang baru aku temukan. Ternyata menulis itu menyenangkan. Menulis menjadi hobi baruku kali ini. Terlebih sekarang aku mengikuti #30DWC, sebuah program menulis nonstop selama 30 hari yang di dikoordinir langsung oleh Kak Rezky Firmansyah. Sebelum ada program ini, aku tak berani untuk memposting tulisan ke media sosial. Belum ada nyali saat itu, karna menganggap tulisanku yang masih belum baik dibanding penulis lain. Tapi persyaratan ikut program ini mengharuskan para fighter sebutan untuk anggota memposting tulisan di media sosial yang mereka miliki. Mau tak mau, aku harus memposting tulisanku. Aku memberanikan diri memposting tulisanku. Kala itu juga aku berpikir, mau sampai kapan aku takut seperti ini ? Perilah tulisan yang kalah jauh dipanding para penulis Indonesia papan atas, itu hal wajar karna kamu baru di dunia tulis-menulis ini. Aku memposting semua tulisan di blog pribadiku berjutaasa.blogspot.co.id. Kalian bisa mampir berkunjung ke blogku dan memberikan jejak kritik dan saran yang membangun untukku dalam dunia tulis menulis.
To be Continue...
#30DWC hari ke 21






0 komentar:
Posting Komentar