Tinggal satu hari lagi, tepatnya tanggal 09 Maret 2016. Masyarakat dunia di suguhkan dengan fenomena langka yang terjadi di alam semesta. Ya, langka karna perlu menunggu lama sekali untuk bisa merasakan fenomena dahsyat abad ini.
Dan beruntunglah masyarakat Indonesia bisa merasakan secara langsung fenomena yang bernama Gerhana Matahari total ini. Gerhana ini terjadi di Asia Pasifik pada hari Rabu, 9 Maret dan terlihat dalam bermacam-macam fase mulai dari Jepang sampai ke Australia. Hanya di Indonesia kita dapat melihat dengat jelas bulan tepat di hadapan matahari, menghalangi sinar yang jatuh di bumi.
Gerhana matahari total sangat langka terjadi. Kita baru bisa melihat gerhana kembali lebih 300 tahun nanti. Gerhana matahari terjadi ketika bulan melintas langsung di antara bumi dan matahari, menyebabkan bayangan jatuh menimpa bumi. Ini hanya dapat terjadi pada fase bulan baru - ketika sisi gelap bulan menghadap ke bumi. Sebaliknya, gerhana bulan terjadi ketika bumi melintas di antara matahari dan bulan, menyebabkan bayangan menutupi bulan purnama.
Dahulu, Nabi Shallallahu alaihi wasallam saat mendapatkan momentum serupa beliau tidak menyambutnya dengan pesta gegap gempita apalagi menganggapnya sebagai ajang penarik wisatawan asing untuk menaikkan devisa negara. Dahulu , Nabi Shallallahu alaihi wasallam begitu takut dan khawatir dengan gerhana matahari. Gerhana matahari bagai sebuah ancaman dan peringatan dari Allah SWT. Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda bahwa “Matahari dan bulan adalah dua dari tanda-tanda keesaan Allah SWT dengan keduanya Allah SWT memberi peringatan kepada hamba-hambanya, keduanya tidak akan mengalami gerhana hanya karena kematian seseorang atau terlahirnya seseorang. Jika kalian mendapatkan gerhana maka segera tegakkanlah sholat.”
Ketika gerhana matahari total menyapa Indonesia pada tahun 1983, beredar mitos aneh di seputaran masyarakat Indonesia. Mitos yang berkembang aneh dan tak masuk akal. Jika kalian masih memiliki orangtua yang hidup di tahun itu, tanyakan saja tentang fenomena ini. Pasti mereka menceritakan mitos-mitos yang berkembang kala itu. Ini tak mengherankan karna ilmu pengetahuan dan teknologi masih minim dimiliki orang dulu sehingga menghasilkan mitos yang tak masuk nalar manusia itu.
Lain dulu lain juga sekarang. Kini, masyarakat menyambut gerhana matahari dengana meriah. Ini dipengaruhi oleh ilmu pengetahuan dan teknologi yang telah berkembang dengan pesatnya. Momentum gerhana matahari seakan berkah dan rejeki sehingga dirayakan dengan gegap gempita, riuh riang dan pesta pora. Apalagi pemerintah membuat fenomena ini sebagai ajang wisataa yang patut dipromosikan atau dimeriahkan. Itu bisa terlihat di 13 titik daerah Indonesia yang dilintasi gerhana matahari total. Di masing-masing daerah lintasan gerhana, pemerintah lewat Kementrian Pariwisata sudah menyiapkan pertunjukan untuk memeriahkan fenomena ini. Ada petunjukkan tari, pertunjukkan musik dan masih banyak lainnya.
Namun selalu ada hikmah yang dapat kita petik dalam alam semesta ini. Termasuk fenomena dari Gerhana Matahari Total. Sebuah hikmah berikut yang dapat menjadi renungan kita bersama.
Matahari tak pernah meminta bulan pergi saat bulan melintas di depannya.
Matahari tak pernah mengusir bulan saat bulang menghalangi sinarnya.
Matahari tak pernah menangis saat tak bisa menghangatkan bumi karena bulan tepat berada didepannya.
Karena matahari sadar, Ia bukan siapa-siapa.
Karena matahari sadar, bukan ia yang memiliki alam raya.
Maka matahari dengan senang hati lebih memilih untuk menyapa bulan yang berpapasan dihadapannya daripada membenci.
Bertasbih memnujiNya karena bersyukur masih bisa bersilaturahmi .
Mengikhlaskan semuanya karena ia yakin, inilah takdir Ilahi.
Begitulah gerhana yang terjadi di pagi cerah itu
Bulan dan matahari saling menghargai, tak saling berebut untuk bisa menyinari bumi.
Sama halnya..
Saat kau berusaha dan bekerja, ada kalanya orang-orang diluar sana menutupi sinarmu, meredupkan harapanmu.
Maka tetaplah melangkah dengan keyakinan bahwa sinarmu masih terasa kehangatannya walau terhalangi.
Maka kamu akan tetap berjalan karena tak ada yang dapat mengalahkan harapan sekalipun ada yang menghalangi.
Saat kamu berusaha bersinar, ada kalanya orang-orang diluar sana menghalangi cahayamu, menjatuhkan semangatmu.
Maka , tetaplah tersenyum, ikhlas dan tetap bersyukur layaknya matahari.
Karena semua yang tejadi pada diri kita, semua sudah digariskan sesuai garis edarnya oleh Allah SWT.
Tugas kita ialah menerima semua dengan penuh keikhlasan dan perbanyak bersyukur serta istighfar. Semakin yakin Allah berikan yang terbaik di masa depan. Belajar memasrahkan kehendak, bukan memaksakan kehendaknya.
Sebuah tulisan indah dari temanku ini, semoga dapat menjadi penawar rasa dahaga yang tak kunjung terobati dan penawar kesedihan dari masalah hidup yang tak kunjung terselesaikan serta menjadi penggerak dari persinggahan sesaat ini.
Petiklah hikmah yang terkandung dari fenomena alam semesta ini karna sebaik-baik ilmu ialah yang berasal dari Al-Qur’an dan alam semesta.






0 komentar:
Posting Komentar