Awalnya,
aku belum menemukan judul yang tepat untuk tulisan ini. Sampai tak sengaja melihat mantra baru ini
disalah satu desktop komputer gundaling tadi siang. Tadi siang aku ke Gundaling, rumah untuk jasa
print Semua urusan print mau itu hvs,
poster sebesar A3 atau bahkan spanduk bisa dicetak disini. Mereka ahlinya dalam dunia printing. By the way, matra baru Forgive But Never
Forget benar-benar mewakili pesan Allah sebagai pelajaran awal untuk minggu
ini. Minggu terakhir di bulan November. Saat
kita terjatuh, rupanya Allah ingin aku belajar akan ilmu pentingnya terlebih
dahulu. The first thing that important for us is forgive ourself. Ya memaafkan diri sendiri akan perbuatan atau
permasalahan yang terjadi pada kita yang diri ini tak bisa mengatasinya dengan
sempurna. Bukan memperbaiki malah yang
lebih sering tapi menambah menjadi semakin rumit. Terkadang
kita harus memaafkan diri ini, langkah ini memang sulit, paling berat
dilakukan. Memaafkan kesalahan yang
pernah diri ini perbuat. Memaafkan akan
diri yang masih bodoh. Memaafkan ketidak
tahuan diri yang menyebabkan masalah berdatangan. Memaafkan diri ini yang kadang berjalan
dengan angkuh serasa diri paling kuat. Tapi saat upaya memaafkan diri ini menjadi
alasan kita melakukan kesalahan. Maka memaafkan diri itu tidak
dibenarkan. Upaya ini menjadi tameng
atau pelindung terhadap kesalahan yang kita lakukan. Bukan malah menjadi motivasi untuk
memperbaiki diri dan memulai lagi dari nol.
Aku sadar, memaafkan diri sendiri adalah langkah yang paling berat dan
sulit dibanding memaafkan orang lain.
Akan tetapi langkah ini yang harus dilalui seseorang jika ingin jiwanya bebas,
ringan dan kembali bernyawa. Ibaratkan
hati seperti sebuah batu yang keras, Saat kita mencoba untuk memaafkan diri
sendiri, batu itu akan menjadi lunak lalu menjadi cair. Saat hati sudah lunak dan mencair maka jiwa
menjadi bebas, ringan tanpa ada beban.
Memaafkan diri sendiri juga bisa menjadi pengobatan alami untuk
memulihkan jiwa yang sakit. Jadi, saat
sesuatu menimpamu dan itu mutlak berdasarkan kesalahanmu. Berhenti sejenak, pejamkan matamu lalu katakan
pada dirimu sebuah mantra memaafkan diri ,
“Wahai diri, aku tahu kau sudah berjuang sampai pada
titik ini. jangan khawatir, aku sudah
memaafkanmu atas segala yang menimpa kita.
Yang terpenting, kita mendapatkan sebuah pelajaran yang paling berharga
dari kondisi kita saat ini”.
Pelajaran yang orang lain tak didapat diluar sana. Pelajaran yang hanya kau dan aku yang dapat
hikmahnya apa dari kejadian ini dan apa yang harus diperbaiki untuk
kedepannya. Terima kasih telah bekerja
keras dan cerdas bersama-sama dan sekarang waktunya kita memperbaiki apa yang
telah terjadi. Aku percaya, Kita pasti bisa belajar dari sini. Kita akan memaafkan tapi tidak untuk
melupakan. Sampai kapanpun, kita tak
akan pernah melupakan kejadian ini.
Biarkan ini menjadi memori yang menggenapkan ingatan kita. Everything will be okey. Mantra ini memberi motivasi tersendiri untuk
bangkit dan memperbaiki diri.. Selamat
mencoba terapi pengobatan jiwa. Ku harap kau bisa mengikuti caraku ini.
Oiya, sekilas info untuk kalian
semua..FORGIVENESS (MAAF) didalamnya terdapat kata GIVE (MEMBERI). Kita harus memberi untuk menjadi bebas.
Hadiah terbaik dan terindah yang bisa kita berikan kepada orang lalin
adalah CINTA. Jika tak ada cinta dalam
diri, bagaimana kita bisa memberi CINTA ? Semua dimulai dari memaafkan diri
sendiri.
Ini
ceritaku di hari kedua #30DaysWritingChellenge, bagaimana dengan ceritamu ?






0 komentar:
Posting Komentar